Sakit Hati Sering Direndahkan Jadi Alasan Siswa SMK Pelayaran Lasiana Tikam Gurunya
digtara.com -"Saya sering disebut kampungan, singgung orang tua saya dan kampung halaman saya di Alor sehingga saya sakit hati".
Baca Juga:
Abraham mengaku kalau alasan itulah yang membuatnya nekat menikam Soleman Malo alias Eman (27), guru SMK Pelayaran, Kota Kupang sehingga mengalami sejumlah luka di kepala.
Abraham sendiri baru dua tahun di Kota Kupang. Pasca tamat dari SMP di Kabupaten Alor, ia ke Kupang dan diterima di SMK Pelayaran Lasiana, Kota Kupang.
Abraham, warga Padang Tekukur, Desa Mutiara, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor ini memilih tinggal di kost di Jalan Anggrek nomor 2, Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Sementara rekannya yang lain tinggal di asrama. Korban yang juga guru Bahasa Inggris pun tinggal di asrama di kompleks SMK Pelayaran Lasiana.
Baca Juga:Sambil menangis, Abraham mengaku kalau ia dan beberapa rekannya sudah lama memendam rasa sakit hati akibat perkataan korban yang sering merendahkan mereka.
"Saya sakit hati dan dendam karena korban sering merendahkan kami apalagi kami dari daerah. bukan saya saja yang tidak suka dengan korban tapi banyak teman yang tidak suka dengan dia," tandasnya.
Rasa sakit hati memuncak pada Rabu (12/8/2026) saat korban kembali melontarkan kalimat yang dinilai terduga pelaku menghina dirinya dan keluarganya.
Pada Rabu tengah malam, terduga pelaku mengambil pisau dapur dari tempat kost kemudian ke asrama SMK Pelayaran Lasiana mencari korban.
Terduga pelaku mengaku sempat mengetuk pintu kamar korban namun tidak dibukakan. "saya ketuk pintu kamar tapi tidak dibuka jadi saya dobrak pintu kamar hingga terbuka," ujarnya saat ditemui di Polsek Kota Lama pada Kamis (13/8/2026) petang.
Saat bersamaan, beberapa penghuni asrama dan warga di sekitar SMK Pelayaran Lasiana mengetahui kejadian ini setelah mendengarkan teriakan minta tolong dari kamar korban.
Warga berusaha mengejar terduga pelaku sehingga ia memilih melarikan diri dan membuang pisau dapur yang digunakan menikam korban.
"Setelah kejadian, masyarakat kejar saya sehingga saya kabur sambil bawa pisau dan saya buang. Saya tidak tahu persis pisau saya buang dimana," tandas Abraham.
Abraham mengakui kalau ia sudah lama sakit hati dengan sikap korban. Ia dan beberapa kawannya pun tidak dengan dengan sikap korban yang sering meremehkan dan merendahkan mereka.
Baca Juga:"Tidak ada niat lain, saya hanya sakit hati jadi saya ambil pisau dapur di kost dan cari korban di asrama lalu saya tikam dengan pisau," tandasnya.
Kurang dari 12 Jam, Polsek Kota Lama Bekuk Siswa Pelaku Penikaman Guru SMK Pelayaran Lasiana
Bawa Kabur Uang Wisatawan, Calo Trip di Manggarai Barat Diamankan Polisi
Dua Wartawan di Manggarai Barat Ditahan Terkait Kasus Penganiayaan
Guru SMK Pelayaran Kupang Diduga Ditikam Siswa Saat Tidur
Polairud Polda NTT Salurkan Ribuan Liter Air Bersih Bagi Warga di Pulau Kera