Rabu, 12 Agustus 2026

Ritual Bau Lolon Satukan Dua Kampung Yang Bertikai di Flores Timur

Imanuel Lodja - Rabu, 12 Agustus 2026 09:05 WIB
Ritual Bau Lolon Satukan Dua Kampung Yang Bertikai di Flores Timur
ist
Warga menggelar ritual adat mewujudkan perdamaian

digtara.com -Pasca melewati konflik yang sempat memisahkan masyarakat, warga adat Dusun Bele dan Dusun Lewonara, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya memilih berdamai.

Baca Juga:

Kesepakatan untuk mengakhiri konflik tersebut dikukuhkan melalui ritual adat Bau Lolon, sebuah prosesi sakral masyarakat Lamaholot di pelataran Gereja Kristus Raja Waiwerang, Senin (10/8/2026).

Ritual adat tersebut mempertemukan para tokoh adat dari kedua pihak sebagai simbol berakhirnya pertikaian sekaligus menjadi ikatan moral agar konflik serupa tidak kembali terjadi.

Sebelum prosesi Bau Lolon dimulai, kedua kelompok masyarakat terlebih dahulu menandatangani berita acara perdamaian.

Momen tersebut disaksikan sejumlah pejabat daerah dan unsur keamanan, diantaranya Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Faizal, Kapolres Flores Timur, AKBP Gede Putra Yase, Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen, Ketua DPRD Flores Timur, Albert Ola Sinour serta Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran.

Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal mengatakan perdamaian yang dibangun melalui proses panjang tersebut harus menjadi komitmen bersama seluruh masyarakat agar konflik tidak kembali terulang.

Baca Juga:
Menurutnya, perdamaian bukan sekadar seremonial atau kesepakatan tertulis, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengedepankan persaudaraan, komunikasi dan penyelesaian masalah secara damai.

"Proses perdamaian yang berjalan khidmat ini menjadi hadiah Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81," ujar Brigjen Pol. Faizal.

Ia berharap momentum tersebut menjadi titik balik bagi masyarakat Bele dan Lewonara untuk meninggalkan segala bentuk dendam dan kekerasan serta bersama-sama membangun kehidupan yang aman, damai dan harmonis.

Ritual Bau Lolon sendiri merupakan salah satu tradisi sakral masyarakat etnis Lamaholot di wilayah Flores Timur dan Lembata.

Dalam pelaksanaannya, ritual ini memiliki makna mendalam karena melibatkan hubungan manusia dengan Tuhan, leluhur dan alam.

Dalam konteks perdamaian Bele dan Lewonara, ritual tersebut menjadi simbol pengikat kesepakatan yang telah dibuat oleh kedua pihak.

Bagi masyarakat, Bau Lolon bukan hanya rangkaian adat, melainkan penanda bahwa pertikaian telah ditutup dan hubungan persaudaraan kembali dibangun.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Anggota Polairud Bagi Bendera Pada Nelayan Pesisir dan Alat Tulis Bagi Anak Sekolah di Flores Timur

Anggota Polairud Bagi Bendera Pada Nelayan Pesisir dan Alat Tulis Bagi Anak Sekolah di Flores Timur

Wakapolda NTT Kawal Rekonsiliasi Adonara-Flores Timur

Wakapolda NTT Kawal Rekonsiliasi Adonara-Flores Timur

Sempat Terlibat Konflik, Masyarakat Lowonara dan Belle di Flores Timur Gelar Perdamaian Adat

Sempat Terlibat Konflik, Masyarakat Lowonara dan Belle di Flores Timur Gelar Perdamaian Adat

Kapolres Flores Timur Bertemu Raja Larantuka Dorong Perdamaian di Adonara Timur Lewat Musyawarah Adat

Kapolres Flores Timur Bertemu Raja Larantuka Dorong Perdamaian di Adonara Timur Lewat Musyawarah Adat

Tim Mediasi Penyelesaian Konflik Komunal Adonara Temui Tokoh Adat

Tim Mediasi Penyelesaian Konflik Komunal Adonara Temui Tokoh Adat

Polisi Amankan Dan Musnahkan Bom Rakitan Temuan Warga Adonara Timur

Polisi Amankan Dan Musnahkan Bom Rakitan Temuan Warga Adonara Timur

Komentar
Berita Terbaru