Sempat Terlibat Konflik, Masyarakat Lowonara dan Belle di Flores Timur Gelar Perdamaian Adat
digtara.com -Masyarakat Desa Lowonara dan Desa Belle, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT terus memperkuat perdamaian dan mengakhiri perselisihan.
Baca Juga:
Kegiatan tersebut untuk mempererat kembali hubungan kekeluargaan dan persaudaraan masyarakat kedua desa yang sebelumnya terlibat perselisihan.
Prosesi perdamaian melibatkan para sesepuh adat dari masing-masing desa sebagai representasi nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Adonara.
Kegiatan turut dihadiri Wakapolda NTT Brigjen Pol Faizal didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda NTT dan Kapolres Flores Timur.
Hadir pula Wakil Gubernur NTT Drs. Johni Asadoma beserta rombongan, Bupati Flores Timur, Ketua DPRD Flores Timur, Wakil Bupati Flores Timur, serta unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.
Baca Juga:Turut hadir Tim 9, yakni tim percepatan perdamaian yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk membantu mempercepat proses penyelesaian perselisihan dan membangun perdamaian yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Kehadiran para tokoh pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut untuk menyelesaikan persoalan secara damai, mengedepankan musyawarah, serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat kembali memicu konflik.
Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra mengapresiasi seluruh pihak yang berperan dalam proses perdamaian antara masyarakat Lowonara dan Belle.
Menurutnya, perdamaian bukan hanya ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
"Perdamaian merupakan hasil dari niat baik, kebersamaan, dan komitmen seluruh pihak. Penandatanganan surat pernyataan komitmen damai tidak berhenti sebagai sebuah seremoni, tetapi menjadi tekad bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, persaudaraan, dan keharmonisan masyarakat secara berkelanjutan," ujar Kabid Humas Polda NTT.
"Kearifan lokal dan nilai-nilai adat merupakan kekuatan besar dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga komitmen yang telah disepakati. Jangan ada lagi tindakan yang dapat memunculkan kembali perselisihan. Apabila terdapat persoalan, mari diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah, dan mekanisme adat maupun hukum yang berlaku," lanjutnya.
Polri terus mendukung upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah NTT termasuk di Kabupaten Flores Timur.
"Polri juga hadir untuk membangun dan menjaga perdamaian bersama masyarakat. Kami berharap perdamaian antara Lowonara dan Belle ini menjadi awal yang baik untuk membangun kembali hubungan persaudaraan, memperkuat persatuan, dan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman serta harmonis," tegasnya.
Baca Juga:
Kapolres Flores Timur Bertemu Raja Larantuka Dorong Perdamaian di Adonara Timur Lewat Musyawarah Adat
Tim Mediasi Penyelesaian Konflik Komunal Adonara Temui Tokoh Adat
Polisi Amankan Dan Musnahkan Bom Rakitan Temuan Warga Adonara Timur
Libatkan Tokoh Adat dan Tim Mediasi, Kapolres Flores Timur Perkuat Rekonsiliasi di Adonara Timur
Tim Jibom Brimob Polda NTT Musnahkan Tiga Bom Pipa Rakitan di Flores Timur