Minggu, 02 Agustus 2026

415 Jembatan Rampung Dibangun, Satgas PRR Apresiasi Kerja Satgas Jembatan TNI AD

Arie - Minggu, 02 Agustus 2026 14:15 WIB
415 Jembatan Rampung Dibangun, Satgas PRR Apresiasi Kerja Satgas Jembatan TNI AD
ist
415 Jembatan Rampung Dibangun, Satgas PRR Apresiasi Kerja Satgas Jembatan TNI AD

digtara.com - Sebanyak 415 dari 597 jembatan yang ditangani Satgas Jembatan TNI Angkatan Darat (TNI AD) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah rampung dibangun.

Baca Juga:

Sementara itu, sebanyak 182 jembatan lainnya masih dalam proses pemasangan sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana Sumatera.

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan apresiasi atas kerja Satgas Jembatan TNI AD di sejumlah wilayah terdampak bencana.

Menurut Tito, pembangunan jembatan memiliki dampak langsung terhadap percepatan pemulihan konektivitas masyarakat dan aktivitas warga.

"Kerja Satgas Jembatan sangat luar biasa di lapangan. Kerja riil dan sangat berpengaruh untuk percepatan pemulihan bencana Sumatera," kata Tito dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).

415 Jembatan TNI AD Telah Rampung

Pemulihan jembatan tidak hanya bertujuan menghubungkan kembali wilayah yang sebelumnya terputus akibat bencana. Infrastruktur tersebut juga menjadi akses penting bagi masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perekonomian, lahan pertanian, hingga berbagai layanan publik.

Baca Juga:

Keberadaan jembatan yang kembali berfungsi diharapkan dapat membantu memulihkan aktivitas masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Di Aceh, Satgas Jembatan TNI AD menangani 301 jembatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 192 unit telah selesai, sedangkan 109 unit masih dalam proses pemasangan.

Pekerjaan jembatan di Aceh terdiri atas 60 Jembatan Bailey, 136 Jembatan Armco, dan 105 Jembatan Perintis.

Sementara itu, pembangunan di Sumatera Utara mencakup 219 jembatan. Sebanyak 153 unit telah rampung dan 66 unit lainnya masih dalam pengerjaan.

Dari jumlah tersebut, terdapat 31 Jembatan Bailey, 77 Jembatan Armco, serta 111 Jembatan Perintis atau jembatan gantung.

Adapun di Sumatera Barat, Satgas Jembatan TNI AD menangani 77 jembatan. Sebanyak 70 unit telah selesai dibangun dan tujuh lainnya masih dalam proses pemasangan.

Penanganan jembatan di Sumatera Barat meliputi 16 Jembatan Bailey, 30 Jembatan Armco, serta 31 Jembatan Perintis.

Rincian Pembangunan Jembatan TNI AD

Secara keseluruhan, Satgas Jembatan TNI AD menangani tiga jenis jembatan di wilayah terdampak bencana Sumatera.

Rinciannya sebagai berikut:

Baca Juga:

  • Jembatan Bailey: 107 unit ditangani, dengan 75 unit telah selesai.

  • Jembatan Armco: 243 unit ditangani, dengan 219 unit telah rampung.

  • Jembatan Perintis atau jembatan gantung: 247 unit ditangani, dengan 121 unit telah selesai.

Berdasarkan capaian tersebut, pembangunan Jembatan Armco menjadi yang paling progresif. Sebanyak 219 dari 243 unit atau sekitar 90 persen telah diselesaikan.

Pemulihan Jalan dan Jembatan Pascabencana Terus Berjalan

Pembangunan ratusan jembatan tersebut dilakukan bersamaan dengan pemulihan jaringan transportasi lainnya di wilayah terdampak bencana.

Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 1 Agustus 2026, seluruh 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional yang terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali fungsional.

Sementara pada jaringan jalan daerah, sebanyak 2.291 dari 2.421 ruas terdampak telah kembali berfungsi.

Untuk jembatan daerah, sebanyak 821 dari 1.184 unit terdampak telah kembali fungsional.

Capaian tersebut menunjukkan proses pemulihan infrastruktur pascabencana Sumatera terus berjalan. Meski demikian, masih terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama pada sejumlah jembatan daerah yang belum kembali berfungsi.

Dengan percepatan pembangunan dan pemasangan jembatan, konektivitas antarwilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diharapkan semakin pulih sehingga aktivitas masyarakat, layanan publik, serta kegiatan ekonomi dapat kembali berjalan secara bertahap.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru