Orang Tua Murid SLB di Kupang Patungan Gaji Guru Baru Atasi Kekurangan Guru
digtara.com -Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Raja di Kota Kupang, NTT kekurangan tenaga pengajar hingga 13 orang.
Baca Juga:
Kepala SLB Negeri Kota Raja, Edi Wahon membenarkan hal tersebut.
Edi mengakui sudah menyampaikan masalah kekurangan guru ini ke dinas Pendidikan dan sementara direspons lebih dulu oleh para orang tua.
Nantinya biaya ini akan diberikan lewat anggaran transportasi lewat Iuran Penyelenggaraan/Pembangunan Pendidikan (IPP).
"Kita sempat membuat analisis kebutuhan guru untuk dikirim ke dinas itu dan kita sampaikan bahwa masih kurang 13 guru dan orang tua saat ini hanya mampu untuk tujuh orang guru. Jadi nanti dikasih transport melalui IPP itu sesuai rapat," ujarnya pada akhir pekan lalu.
Baca Juga:SLB Kota Raja sendiri merupakan sekolah satu atap yang memiliki tingkat SD-SMA dengan lima jenis kekhususan yaitu tuna netra, tuna rungu-wicara, tuna daksa, tuna grahita, dan autis.
"Untuk kebutuhan guru kita masih kekurangan banyak apalagi semua jenis kekhususan ada di sini baik di SD, SMP, dan SMA juga ada. Idealnya satu siswa diajarkan oleh satu orang guru jadi tidak seperti di sekolah umum," jelas Edi.
Berbeda dari sekolah umumnya dengan sistem rombongan belajar (rombel) yang bisa berisi 28 - 30 siswa per kelas, untuk SLB rombel ditentukan berdasarkan jenis ketunaan atau kekhususan anak.
"Untuk SLB kalau siswa hanya satu dengan ketunaan misalnya tuna netra maka dia satu rombel saja itu. Jadi harus dilayani sekian guru itu baik guru mata pelajaran dan guru kelas," ujarnya lagi.
Pihaknya sudah menyampaikan adanya kekurangan guru ini kepada pihak orang tua atau wali siswa.
"Orang tua juga setujui itu dan nanti masuk di tahun ajaran baru kita mantapkan lagi dan kita akan terima guru baru yang dibayar oleh orang tua," tambah dia.
Sampai dengan saat ini, sudah ada beberapa pelamar yang rencananya akan direkrut sebagai guru setelah pemantapan.
Nantinya para pelamar akan melengkapi 37 guru yang sudah dimiliki SLB Kota Raja saat ini.
Ia menyebut jumlah saat ini memang terdengar cukup banyak namun sebenarnya masih sangat kurang jika dibandingkan dengan pelayanan terhadap murid yang berkebutuhan khusus.
Baca Juga:"Karena SD itu kan 6 kelas, SMP 3 kelas, SMA 3 kelas tapi itu ada lagi sesuai dengan ketunaan dan kita pisahkan lagi sesuai kekhususan itu," tambah Edi.
Dari jumlah guru saat ini, ungkapnya lagi, hanya dua yang masih honor dari yang tersisa tahun sebelumnya dan belum diangkat.
Sementara untuk ASN ada delapan orang dan lainnya adalah PPPK.
Pihaknya sangat berharap kepada pemerintah agar sekalipun dalam efisiensi anggaran tetapi bisa memperhatikan kebutuhan guru di SLB.
Jika ada formasi CPNS, kata dia, sangat dibutuhkan guru kelas dengan latar belakang Sarjana Pendidikan Luar Biasa sehingga cocok dengan anak berkebutuhan khusus.
Mahasiswa di Kupang Dianiaya Hingga Luka Parah
Siswi di Kupang Maki Guru Lewat Status Whatsapp Berujung Mediasi di Kantor Polisi
Gudang Sekolah SDK Don Bosco 2 dan 4 Kupang Terbakar
Curi Anjing Gereja Dengan Modus Umpan Ikan Beracun, Dua Pemuda di Kupang Diamankan Polisi
Hilang Sehari, Pria di Kupang Ditemukan Jatuh dan Meninggal Dalam Pembuangan Tahu