Senin, 06 Juli 2026

Tersangka Tindak Pidana Persetubuhan Anak Dibawah Umur Dilimpahkan Polres Sumba Barat Daya ke Kejaksaan

Imanuel Lodja - Senin, 06 Juli 2026 11:10 WIB
Tersangka Tindak Pidana Persetubuhan Anak Dibawah Umur Dilimpahkan Polres Sumba Barat Daya ke Kejaksaan
Penyidik Satreskrim Polres Sumba Barat Daya saat melimpahkan tersangka

digtara.com -Penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Sumba Barat Daya menuntaskan penanganan kasus persetubuhan anak dibawah umur.

Baca Juga:

Kasus dengan tersangka NL alias Nopri (ayah korban) ini ditangani Polres Sumba Barat Daya melalui laporan polisi nomor LP/B/51/III/2026/SPKT/Polres Sumba Barat Daya/Polda Nusa Tenggara Timur, tanggal 19 Maret 2026.

Akhir pekan lalu, tersangka dan barang bukti dilimpahkan penyidik ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Sumba Barat karena sudah P21.

Pelimpahan ini menindaklanjuti surat P21 dari Kejaksaan Negeri Sumba Barat nomor B-855B/N.3.20/Etl.1/06/2025, tanggal 22 Juni 2026 dan surat pengiriman tersangka dan barang bukti nomor B/687/VIl/2026/Res SBD, tanggal 2 Juli 2026.

Tersangka dijerat pasal 473 Ayat (9) Jo. Pasal 473 Ayat (4) Jis. Pasal 473 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Tersangka menyetubuhi korban sebanyak dua kali yakni kejadian pertama pada 28 Januari 2026 dan kejadian kedua pada 8 Februari 2026.

Baca Juga:
Semua kejadian ini terjadi di dalam kamar rumah milik SI alias Serli di Desa Totok, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya sehingga dilaporkan oleh SI.

Tersangka dilimpahkan oleh Kanit PPA, Aipda Putu Bagus Alit didampingi penyidik, Briptu Vian Uma Kalada dan Bripda Marko Kristanto.

Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, Iptu Yakobus K. Sanam mengaku kalau kasus ini selanjutnya ditangani pihak kejaksaan untuk menunggu jadwal sidang.

Korban ASI (8) dicabuli oleh ayah korban, NL (39), warga Desa Totok, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Awalnya pelaku sedang tidak di rumah karena sedang menagih hutang di tempat kerjanya.

Kesempatan dipakai SI menanyakan korban alasan pelaku sering tidur dengan korban di kamar tidur.

Korban pun mengaku kalau setiap kali tidur bersama, pelaku selalu mencabuli dan melakukan hubungan badan dengan korban.

Korban juga mengatakan bahwa pelaku telah dua kali melakukan perbuatannya tersebut kepada korban pada 28 Januari dan 8 Februari 2026 pada malam hari.

Pelaku pun mengakui perbuatannya dan membenarkan apa yang sudah diakui korban kalau ia dua kali mencabuli dan menyetubuhi anak kandungnya ini.

Pelaku pun ditahan pasca kejadian ini di Rutan Polres Sumba Barat Daya. Sementara korban selama pemeriksaan selalu didampingi orang tua dan petugas dari UPTD PPA Kabupaten Sumba Barat Daya serta Pekerja Sosial (Peksos).

Penyidik juga sudah menyita sejumlah barang bukti seperti pakaian korban.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sebelum Meninggal Dunia, Dokter Icha Sempat Ditawari Kapolda NTT Ikuti Terapi USEFT

Sebelum Meninggal Dunia, Dokter Icha Sempat Ditawari Kapolda NTT Ikuti Terapi USEFT

Ikut Bazar UMKM, Binaan Kanwil Ditjen Pas NTT Pamerkan Produk Warga Binaan

Ikut Bazar UMKM, Binaan Kanwil Ditjen Pas NTT Pamerkan Produk Warga Binaan

Bazar UMKM HUT Bhayangkara ke-80 Hadirkan Aneka Hiburan

Bazar UMKM HUT Bhayangkara ke-80 Hadirkan Aneka Hiburan

Terapi USEFT Jadi Ikhtiar Kapolda NTT Jamin Kesehatan Mental Anggota dan Masyarakat

Terapi USEFT Jadi Ikhtiar Kapolda NTT Jamin Kesehatan Mental Anggota dan Masyarakat

Verifikasi Domisili Peserta Libatkan Dinas Dukcapil, Rekrutmen Akpol 2026 Polda NTT Terapkan Sistem BeTAH

Verifikasi Domisili Peserta Libatkan Dinas Dukcapil, Rekrutmen Akpol 2026 Polda NTT Terapkan Sistem BeTAH

Polda NTT Terima Dua Rekor MURI Dunia Terapi Kesehatan Mental

Polda NTT Terima Dua Rekor MURI Dunia Terapi Kesehatan Mental

Komentar
Berita Terbaru