digtara.com -Kematian
dokter Elisa P. Utami Pakaenoni alias dokter Icha yang diduga akibat
intimidasi tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)
berbuntut panjang.
Polres
TTU turun tangan dengan mengintensifkan penyelidikan terkait dugaan
intimidasi terhadap seorang dokter yang kemudian meninggal dunia dan
menjadi perhatian masyarakat.
Kapolres
TTU, AKBP Eliana Papote menegaskan bahwa seluruh proses penanganan
perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan dengan
mengedepankan alat bukti serta keterangan para saksi.
"Hari
ini proses pengambilan keterangan terhadap para saksi masih
berlangsung. Penyidik terus bekerja mengumpulkan fakta-fakta untuk
membuat terang peristiwa ini. Hasil pemeriksaan para saksi nantinya akan
kami laporkan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai," ujar AKBP
Eliana Papote pada Sabtu (27/6/2026).
Kapolres
menjelaskan, penyidik memeriksa saksi-saksi yang bertugas bersama
korban saat piket di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada hari kejadian
untuk melengkapi proses penyelidikan.
Penyidik
juga berkoordinasi dengan pihak RS Leona Kefamenanu untuk memperoleh
rekam medis terkait kondisi kesehatan dan kejiwaan dokter Icha selama
menjalani perawatan pascakejadian.
Tak
hanya itu, Polres TTU juga segera memanggil tiga anggota DPRD Kabupaten
TTU untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan intimidasi terhadap
almarhumah.
"Kami
berkoordinasi juga dengan ahli pidana dan ahli psikologi guna mengkaji
apakah dugaan intimidasi tersebut memenuhi unsur tindak pidana atau
tidak. Semua dilakukan berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang
berlaku," ujar Kapolres.
Disamping
proses penyelidikan, Polres TTU terus mengedepankan langkah-langkah
preventif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap
kondusif.
Polisi telah
melakukan pendekatan kepada keluarga almarhumah agar mempercayakan
sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian dan tidak melakukan
tindakan balasan.
Koordinasi
juga dilakukan dengan Ketua DPRD TTU terkait laporan keluarga kepada
Badan Kehormatan DPRD, serta dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Kabupaten TTU guna mengetahui perkembangan dan respons organisasi
profesi terhadap peristiwa tersebut.
Polres
TTU melakukan komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan dan
organisasi kepemudaan agar tidak memanfaatkan isu tersebut sebagai dasar
melakukan aksi yang berpotensi mengganggu keamanan.
Kapolres
mengungkapkan bahwa pada Sabtu (27/6/2026) pukul 17.30 WITA,
dilaksanakan doa bersama dan aksi bakar lilin di depan kantor DPRD
Kabupaten TTU sebagai bentuk belasungkawa atas meninggalnya dr. Icha.
Kegiatan
tersebut dilaksanakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten TTU
bersama rekan-rekan tenaga kesehatan dengan diikuti ratusan peserta.
Informasi tersebut diperoleh Polres TTU melalui koordinasi dengan Ketua IDI Kabupaten TTU.
Menyikapi
rencana kegiatan tersebut, Polres TTU melaksanakan pengamanan secara
maksimal sehingga seluruh rangkaian doa bersama dan aksi bakar lilin
berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
"Kami
menghormati penyampaian aspirasi maupun ungkapan belasungkawa
masyarakat sepanjang dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku," kata
AKBP Eliana Papote.
Selain
menyiagakan personel pengamanan, Polres TTU juga meningkatkan patroli
di sekitar kediaman keluarga almarhumah maupun pihak-pihak yang
berkaitan dengan perkara tersebut.
Patroli
siber juga terus dilakukan untuk memantau perkembangan informasi di
media sosial serta mengantisipasi penyebaran informasi yang berpotensi
memicu konflik.
Kapolres
TTU mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi
oleh berbagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kami
mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas tetap
kondusif serta mempercayakan proses penanganan perkara ini kepada Polres
TTU. Kami berkomitmen menyelesaikan kasus ini secara profesional,
transparan, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,"
tegas AKBP Eliana Papote.
Polres
TTU memastikan akan terus mengawal setiap tahapan penyelidikan hingga
tuntas, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Timor Tengah
Utara agar tetap aman dan kondusif.