Lagi, Pelajar SMA di Sumba Barat Daya Ditemukan Tewas Gantung Diri
digtara.com -Seorang pelajar SMA di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT ditemukan tewas dengan posisi gantung diri.
Baca Juga:
Korban yang juga warga Kererobbo, Desa Wee Londa, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya ditemukan pada Jumat, 19 Juni 2026 sekitar pukul 13:16 Wita.
Awalnya pada Jumat, 19 Juni 2026 sekitar pukul 07.00 Wita, korban berada di rumah milik orang tuanya BB alias Basti di Kampung Poma, Desa Kadi Pada, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya sambil duduk minum kopi.
Setelah selesai minum kopi, korban langsung berbaring sambil memainkan handphone milik korban.
Sekitar pukul 12:00 Wita, korban keluar dari dalam rumah dan berjalan ke arah kebun di samping rumah orang tuanya.
Baca Juga:Sekitar pukul 14:00 Wita, ADB alias Bapak Tiara bersama istrinya DB alias Mama Tiar pergi ke kebun milik mereka di Kampung Poma Desa Kadi Pada, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Keduanya fokus mencari kayu api di dalam kebun.
Namun dalam jarak 100 meter, Bapak Tiara melihat seperti ada yang tergantung di atas pohon jati.
Ia langsung memberitahukan kepada istrinya sehingga pasangan siami istri ini langsung berjalan mendekati korban.
Pada saat sudah dekat dengan korban dari jarak sekitar 30 meter, barulah kelihatan secara jelas bahwa ada seorang laki-laki yang tergantung di atas pohon jati menggunakan selendang kain yang terikat pada leher korban.
Mereka juga memberitahukan kepada orang tua korban, Basti yang langsung ke lokasi kejadian.
Basti melihat anak kandungnya ASS sudah meninggal dunia dengan posisi gantung diri menggunakan selendang di atas pohon jati.
Korban gantung diri menggunakan selendang kain warna putih dengan motif berwarna merah.
Baca Juga:Pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Visum luar dilakukan petugas dari Puskesmas Watukawula
Belum ada informasi terkait penyebab korban bunuh diri dengan cara gantung diri.
Penyidik/penyidik pembantu sudah mengamankan satu buah handphone milik korban untuk mendalami latar belakang korban melakukan gantung diri.
Pihak keluarga korban menerima kematian korban sebagai musibah dan tidak menuntut untuk dilakukan proses hukum sehingga pihak keluarga korban membuat surat pernyataan penolakan otopsi terhadap jenazah korban.
Baca Juga:Wakapolres Sumba Barat Daya, Kompol Marthinus Ardjon membenarkan kejadian ini dan mengaku sudah ditangani aparat kepolisian.
Tidak Terima Ditegur Orang Tua, Siswa SMA Di Sumba Barat Daya Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri
Pulang Gereja, Pemuda di Sumba Barat Daya Dianiaya Dan Sepeda Motor Dirampas
Patroli Anti Begal Diintensifkan Cegah Tindak Kriminal di Sumba Barat Daya
Diduga Stres Dengan Masalah Keluarga, Pria di Manggarai Timur Bunuh Anaknya Kemudian Gantung Diri
IRT di Sumba Barat Daya Meninggal Tertimbun Pasir di Lokasi Tambang