Pelatihan USEFT, Cara Kapolda NTT Bantu anggota Polri Atasi Masalah Mental dan Emosional
digtara.com -Pelatihan dan Sertifikasi The Masterpiece of USEFT (Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique) Practitioner Class digelar selama tiga hari di hotel Aston Kupang.
Baca Juga:
- Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB
- Personil Terdampak Gempa Flores Dapat Bantuan Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari
- 25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 3–4 Juni 2026, itu diikuti Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, para Pejabat Utama Polda NTT, peserta dari berbagai satker, Bhayangkari dan instansi lain serta para Kapolres jajaran yang mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting
Pelatihan menghadirkan Direktur SBMS sekaligus praktisi USEFT berpengalaman Agus E.H., Ketua Yayasan Kesehatan Mental Keluarga, serta para konselor Rumah Bahagia Polda NTT.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko dalam kegiatan ini menyampaikan pesan menyentuh tentang makna kemanusiaan dan pentingnya kesehatan mental.
Bagi Kapolda NTT, pelatihan ini jauh lebih besar daripada sekadar kegiatan peningkatan kapasitìas.
"Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah ikhtiar untuk melahirkan lebih banyak pribadi yang mampu menjadi cahaya bagi sesamanya," ujar Kapolda.
Baca Juga:
Dalam kondisi seperti itu, tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan bantuan materi.
"Terkadang yang paling dibutuhkan seseorang adalah kehadiran orang lain yang mau mendengarkan, memahami, dan menguatkan," katanya.
Di balik terselenggaranya pelatihan USEFT di Polda NTT, tersimpan sebuah mimpi panjang yang telah dibangun Kapolda sejak masih menjabat sebagai Kapolres.
Kapolda mengaku selama bertahun-tahun mencari metode sederhana namun efektif untuk membantu anggota Polri mengatasi berbagai persoalan mental dan emosional yang kerap memengaruhi kinerja maupun kehidupan pribadi.
"Saya selalu berpikir, bagaimana caranya membantu anggota yang sedang bermasalah tanpa harus terus dimarahi atau dihukum. Bagaimana kita bisa melakukan revolusi mental yang sesungguhnya," ungkapnya.
Pencarian itu akhirnya mempertemukannya dengan Agus E.H. dan metode Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique (USEFT), sebuah teknik terapi yang berfokus pada penyembuhan emosi dan kesehatan mental secara praktis.
Kapolda bahkan menyebut metode tersebut sebagai salah satu teknik kesehatan mental yang paling mudah dipelajari dan diterapkan."Saya sudah mengikuti pelatihannya. Hasilnya luar biasa. Teknik ini sederhana, tidak perlu membuka semua cerita atau masalah kepada orang lain, tetapi mampu membantu seseorang menata emosinya dengan lebih baik," ujarnya.
Kapolda berulang kali mengingatkan para peserta agar tidak memandang pelatihan ini hanya sebagai sarana memperoleh sertifikat.
Menurutnya, sertifikat yang diterima nantinya bukan sekadar bukti telah menyelesaikan pelatihan, melainkan simbol tanggung jawab moral untuk membantu orang lain.
"Sertifikat itu adalah amanah. Amanah untuk menghadirkan manfaat, menebarkan kepedulian, dan menjadi penolong bagi mereka yang membutuhkan pendampingan," tegasnya.
Ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu membantu keluarga, rekan kerja, maupun masyarakat yang sedang menghadapi tekanan psikologis.
Baca Juga:
Kapolda juga mengungkapkan visinya untuk membangun gerakan kesehatan mental berbasis kepedulian di Nusa Tenggara Timur.
Ia berharap teknik USEFT tidak hanya dimiliki oleh personel Polri, tetapi juga berkembang di tengah masyarakat luas.
Dalam waktu dekat, Polda NTT berencana menggelar terapi massal bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2026.
Kegiatan tersebut akan melibatkan para peserta pelatihan sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
"Ilmu yang kita dapatkan harus diamalkan. Kita ingin menghadirkan kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat NTT," ujarnya.
Kapolda juga menaruh harapan besar kepada para Bhabinkamtibmas agar suatu saat memiliki kemampuan pendampingan emosional berbasis USEFT.
Menurutnya, kehadiran polisi yang mampu membantu menyelesaikan persoalan mental masyarakat akan menjadi kekuatan baru dalam membangun keamanan dan kesejahteraan sosial.
Kapolda menyampaikan pesan bahwa tidak semua pahlawan hadir dengan seragam atau tanda jasa.
Baca Juga:
"Saya berharap dari pelatihan ini akan lahir pahlawan-pahlawan kemanusiaan yang menebarkan kasih bagi Nusa Tenggara Timur," ujarnya.
Bagi Irjen Pol Rudi Darmoko, keberhasilan terbesar bukan hanya menurunkan angka gangguan kamtibmas atau meningkatkan capaian institusi.
Lebih dari itu, keberhasilan sejati adalah ketika semakin banyak orang mampu hidup lebih bahagia, sehat secara mental, dan saling menolong satu sama lain.
Melalui pelatihan USEFT, Kapolda NTT berharap semangat "NTT Penuh Kasih" tidak hanya menjadi slogan, tetapi hadir nyata dalam tindakan, kepedulian, dan ketulusan seluruh peserta yang kelak menjadi penolong bagi sesamanya.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB
Personil Terdampak Gempa Flores Dapat Bantuan Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari
25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
Pelajar di Kota Kupang Diajak Jadi Generasi Cerdas dan Jauh Dari Tindak Pidana
Polri Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Pulau Sukun-Sikka
Karo Ops Polda NTT Dan Dua Kapolres di NTT Dimutasi
Hutan Keun-Kabupaten TTU Terbakar, Polisi Turun Padamkan Api
Kemenhaj Himbau Peserta Seleksi PPIH 2027 Tetap Tenang, Verifikasi Terus Berjalan dan CAT Digelar Dua Gelombang
Rem Blong Dump Truk Terbalik, Satu Orang Meninggal dan Sejumlah Penumpang Terluka
Cara Mengatasi TV Samsung No Signal dan Channel Hilang
Cegah Karhutla Meluas, Anggota Polres Sumba Barat Daya Bantu Padamkan Kebakaran Hutan
Kebakaran Pabrik Simalungun Tewaskan 3 Pekerja, PT Evyap Siapkan Bantuan dan Evaluasi Operasional
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Jumat 4 September 2026: Diprediksi Menguat ke Rp17.630