Pelatihan USEFT, Cara Kapolda NTT Bantu anggota Polri Atasi Masalah Mental dan Emosional
digtara.com -Pelatihan dan Sertifikasi The Masterpiece of USEFT (Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique) Practitioner Class digelar selama tiga hari di hotel Aston Kupang.
Baca Juga:
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 3–4 Juni 2026, itu diikuti Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, para Pejabat Utama Polda NTT, peserta dari berbagai satker, Bhayangkari dan instansi lain serta para Kapolres jajaran yang mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting
Pelatihan menghadirkan Direktur SBMS sekaligus praktisi USEFT berpengalaman Agus E.H., Ketua Yayasan Kesehatan Mental Keluarga, serta para konselor Rumah Bahagia Polda NTT.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko dalam kegiatan ini menyampaikan pesan menyentuh tentang makna kemanusiaan dan pentingnya kesehatan mental.
Bagi Kapolda NTT, pelatihan ini jauh lebih besar daripada sekadar kegiatan peningkatan kapasitìas.
"Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah ikhtiar untuk melahirkan lebih banyak pribadi yang mampu menjadi cahaya bagi sesamanya," ujar Kapolda.
Baca Juga:
Dalam kondisi seperti itu, tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan bantuan materi.
"Terkadang yang paling dibutuhkan seseorang adalah kehadiran orang lain yang mau mendengarkan, memahami, dan menguatkan," katanya.
Di balik terselenggaranya pelatihan USEFT di Polda NTT, tersimpan sebuah mimpi panjang yang telah dibangun Kapolda sejak masih menjabat sebagai Kapolres.
Kapolda mengaku selama bertahun-tahun mencari metode sederhana namun efektif untuk membantu anggota Polri mengatasi berbagai persoalan mental dan emosional yang kerap memengaruhi kinerja maupun kehidupan pribadi.
"Saya selalu berpikir, bagaimana caranya membantu anggota yang sedang bermasalah tanpa harus terus dimarahi atau dihukum. Bagaimana kita bisa melakukan revolusi mental yang sesungguhnya," ungkapnya.
Pencarian itu akhirnya mempertemukannya dengan Agus E.H. dan metode Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique (USEFT), sebuah teknik terapi yang berfokus pada penyembuhan emosi dan kesehatan mental secara praktis.
Kapolda bahkan menyebut metode tersebut sebagai salah satu teknik kesehatan mental yang paling mudah dipelajari dan diterapkan."Saya sudah mengikuti pelatihannya. Hasilnya luar biasa. Teknik ini sederhana, tidak perlu membuka semua cerita atau masalah kepada orang lain, tetapi mampu membantu seseorang menata emosinya dengan lebih baik," ujarnya.
Kapolda berulang kali mengingatkan para peserta agar tidak memandang pelatihan ini hanya sebagai sarana memperoleh sertifikat.
Menurutnya, sertifikat yang diterima nantinya bukan sekadar bukti telah menyelesaikan pelatihan, melainkan simbol tanggung jawab moral untuk membantu orang lain.
"Sertifikat itu adalah amanah. Amanah untuk menghadirkan manfaat, menebarkan kepedulian, dan menjadi penolong bagi mereka yang membutuhkan pendampingan," tegasnya.
Ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu membantu keluarga, rekan kerja, maupun masyarakat yang sedang menghadapi tekanan psikologis.
Baca Juga:
Kapolda juga mengungkapkan visinya untuk membangun gerakan kesehatan mental berbasis kepedulian di Nusa Tenggara Timur.
Ia berharap teknik USEFT tidak hanya dimiliki oleh personel Polri, tetapi juga berkembang di tengah masyarakat luas.
Dalam waktu dekat, Polda NTT berencana menggelar terapi massal bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2026.
Kegiatan tersebut akan melibatkan para peserta pelatihan sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
"Ilmu yang kita dapatkan harus diamalkan. Kita ingin menghadirkan kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat NTT," ujarnya.
Kapolda juga menaruh harapan besar kepada para Bhabinkamtibmas agar suatu saat memiliki kemampuan pendampingan emosional berbasis USEFT.
Menurutnya, kehadiran polisi yang mampu membantu menyelesaikan persoalan mental masyarakat akan menjadi kekuatan baru dalam membangun keamanan dan kesejahteraan sosial.
Kapolda menyampaikan pesan bahwa tidak semua pahlawan hadir dengan seragam atau tanda jasa.
Baca Juga:
"Saya berharap dari pelatihan ini akan lahir pahlawan-pahlawan kemanusiaan yang menebarkan kasih bagi Nusa Tenggara Timur," ujarnya.
Bagi Irjen Pol Rudi Darmoko, keberhasilan terbesar bukan hanya menurunkan angka gangguan kamtibmas atau meningkatkan capaian institusi.
Lebih dari itu, keberhasilan sejati adalah ketika semakin banyak orang mampu hidup lebih bahagia, sehat secara mental, dan saling menolong satu sama lain.
Melalui pelatihan USEFT, Kapolda NTT berharap semangat "NTT Penuh Kasih" tidak hanya menjadi slogan, tetapi hadir nyata dalam tindakan, kepedulian, dan ketulusan seluruh peserta yang kelak menjadi penolong bagi sesamanya.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SPN Polda NTT Bakal Didik 146 Orang Calon Bintara Remaja
Kapolda NTT-Danrem 161/Wira Sakti Dan Kajati NTT Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning Di Makorem
Pastikan Layanan Publik Profesional, Wakapolda NTT Tinjau Pelayanan Satlantas Polresta Kupang Kota
Dukung MBG, Wakapolda NTT Tinjau SPPG Polda NTT
Atlet Taekwondo Polda NTT Raih Tiga Medali Emas Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup VII Tahun 2026
Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Kasus Korupsi dan TPPU
SPN Polda NTT Bakal Didik 146 Orang Calon Bintara Remaja
Safety Ridding dan Klaim Asuransi Jadi Topik Bahasan Jasa Raharja-Satlantas Dan Bhayangkari Polres Sumba Timur Saat “Ngobrol Santai”
Antisipasi Kecelakaan Laut, Polres Manggarai Barat Sebarkan Himbauan Dalam Dua Bahasa
Dua Warga Adonara-Flores Timur Tewas Dalam Bentrok Antar Warga
Pasangan Pelaku Buang Bayi di Belu Dibekuk Tim Resmob Polda NTT dan Polres Belu di Kota Kupang
Mitsubishi New Xforce HEV Resmi Meluncur di Medan, Tawarkan Teknologi Hybrid dan Fitur Lebih Modern
Fitur Minecraft Bedrock Edition yang Tidak Ada di Java Edition