Minggu, 19 Juli 2026

Sempat Kritis, Petani Yang Jatuh dari Pohon Pinang Meninggal Dunia

Imanuel Lodja - Selasa, 02 Juni 2026 15:50 WIB
Sempat Kritis, Petani Yang Jatuh dari Pohon Pinang Meninggal Dunia
ist
Jenazah petani dievakuasi pasca jatuh dari pohon pinang

digtara.com -Yonatan Aleut (47), seorang petani asal Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, NTT akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga:

Ia sempat kritis dan tidak sadarkan diri pasca mengalami kecelakaan jatuh dari pohon pinang pada Minggu (31/5/2026) sore.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 Wita di wilayah Kita, Dusun IV, Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang.

"Benar, korban sempat dirawat di rumah sakit, namun sudah meninggal dunia," ujar Kapolsek Amfoang Utara, Polres Kupang, AKP AKP Inacio Ximenes dalam keterangannya pada Selasa (2/6/2026).

Jenazah korban sudah dijemput pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka di Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang untuk disemayamkan dan dimakamkan.

Berdasarkan pemeriksaan medis awal, korban diduga mengalami pendarahan otak akibat benturan dan segera dirujuk ke rumah sakit di Kupang yang memiliki peralatan lebih lengkap

Baca Juga:
Korban Yonatan Aleut bersama dua rekannya Yohanis Nakmofa (42) dan Yohanis Taemnanu (24) sedang memikul papan milik gereja Ora Et Labora Oenolok.

Di wilayah Kita, korban bersama dua rekannya mengambil papan untuk dipikul. Masing-masing orang membawa satu lembar papan.

Saat tiba di kebun (mamar) pinang milik Heslim Tamelab, korban pamit hendak memetik pinang milik Heslim Tamelab. Dua rekan korban masih melihat korban mengambil tali dari daun gewang dan menyambungkan sebagai alat bantu memanjat pohon pinang.

Pada ketinggian 12 meter, pohon pinang roboh ke bawah bersama korban dengan posisi korban tertelungkup di tanah dan tidak sadarkan diri.

Rekan korban menelepon kerabat yang lain menyampaikan bahwa korban telah jatuh dari pohon pinang dan tidak sadarkan diri.

Keluarga korban melaporkan kejadian ini ke polisi sehingga Kapolsek Amfoang Utara, AKP Inacio Ximenes bersama Kapospol Amfoang Barat Laut, Aipda Johanis Gereths Lerrick dan Bhabinkamtibmas Bripka Elia Letde menuju TKP.

Mengingat lokasi yang terpencil, polisi menginstruksikan warga untuk menggotong korban ke Dusun IV secara gotong-royong.

Polisi kemudian menjemput korban menggunakan mobil pick-up yang telah disiapkan bersama pihak medis.

Korban tiba di Puskesmas Soliu pada pukul 18.40 WITA dalam keadaan kritis dan tidak sadarkan diri dan diperiksa Jumimi Amanit dan Lea Bara.

dr Ana Nenabu yang juga kepala Puskesmas Soliu menyarankan untuk dilakukan rujukan ke Kupang guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Pemulung

Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Pemulung

Diduga Depresi, Seorang Perempuan di Kota Kupang Diamankan di Pinggir Jalan

Diduga Depresi, Seorang Perempuan di Kota Kupang Diamankan di Pinggir Jalan

Berkelahi Karena Mabuk Miras, Delapan Remaja di Kupang Sepakat Berdamai

Berkelahi Karena Mabuk Miras, Delapan Remaja di Kupang Sepakat Berdamai

Pastikan Layanan Publik Profesional, Wakapolda NTT Tinjau Pelayanan Satlantas Polresta Kupang Kota

Pastikan Layanan Publik Profesional, Wakapolda NTT Tinjau Pelayanan Satlantas Polresta Kupang Kota

Pimpin PERDATIN NTT Periode Kedua, Ketua Siap Perkuat Layanan Anestesi dan Terapi Intensif Hingga Daerah Terpencil

Pimpin PERDATIN NTT Periode Kedua, Ketua Siap Perkuat Layanan Anestesi dan Terapi Intensif Hingga Daerah Terpencil

Anggota Polresta Kupang Kota Bantu Pembangunan Gereja Katolik Naioni

Anggota Polresta Kupang Kota Bantu Pembangunan Gereja Katolik Naioni

Komentar
Berita Terbaru