Polres TTU Galang Kamtibmas Pasca Kasus Pengeroyokan dan Pencurian di Insana Fafinisu
digtara.com -Polres Timor Tengah Utara (TTU) terus mengintensifkan upaya memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) yang kondusif pasca mencuatnya kasus pengeroyokan serta aksi pencurian di rumah adat Suku Naikteas Aoba, Kabupaten TTU.
Baca Juga:
Langkah penting ini diwujudkan melalui penggalangan dialogis oleh Wakapolres TTU, Kompol Sudirman.
Kegiatan menyasar sejumlah tokoh kunci utama yang ada di Desa Fafinesu, mulai dari pimpinan rohani, aparatur pemerintah kecamatan dan desa, hingga keluarga korban serta pemangku adat di Kecamatan Insana Fafinisu, Kabupaten TTU.
Didampingi oleh KBO Sat Intelkam Polres TTU, Ipda Moh Soleh, kehadiran jajaran Polres TTU ini sebagai komitmen Polri dalam menghadirkan rasa aman sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan di atas rel yang adil dan transparan.
Wakapolres Kompol Sudirman mengawali dengan melakukan tatap muka dengan Pastor Paroki Santo Antonius Padua Fafinisu, Romo Beatus Salu, Pr, serta Kepala Desa Fafinisu C, Frans Boik.
Baca Juga:Dalam dialog tersebut, Kompol Sudirman meminta dukungan dari otoritas gereja dan pemerintah desa untuk bersama-sama meredam gejolak di tengah masyarakat akibat kasus pengeroyokan yang terjadi di Desa Fafinisu B.
"Tujuan kami datang kesini adalah memohon masukan dan sinergitas dari Romo serta Kepala Desa terkait kasus pengeroyokan di Desa Fafinisu B, kami meminta bantuan Romo untuk mengimbau umat dan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. Percayakan penanganan hukum sepenuhnya kepada kami. Kami pastikan oknum yang terlibat akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku," tegas Kompol Sudirman menyampaikan pesan Kapolres TTU.
Romo Beatus Salu, Pr, menyampaikan rasa terima kasih mendalam dan apresiasi yang tinggi atas kinerja respons cepat yang ditunjukkan oleh Kapolres TTU beserta jajaran, khususnya Polsek Insana Utara dan Pospol Fafinisu.
Meski dalam kondisi kesehatan yang kurang fit, ikatan batin dan tanggung jawab pastoral Romo Beatus terhadap kedamaian wilayahnya membuat ia tetap menyambut hangat kunjungan ini.
Selaku pimpinan umat, ia berterima kasih kepada Polres TTU yang selalu berkoordinasi dan bergerak cepat menghadapi masalah di lapangan.
"Kami akan meminta mereka berhenti menyebarkan video kekerasan, bijak bermedia sosial, tidak menelan berita hoaks, dan yang terpenting: tidak melakukan aksi main hakim sendiri," urai Romo Beatus berkomitmen.
Sebagai wujud konkret kemitraan, Romo Beatus juga mengagendakan aksi kerja bakti bersama antara umat paroki dengan anggota Pospol Fafinisu demi mempererat silaturahmi.
Di samping itu, menimbang eskalasi dinamika sosial akhir-akhir ini, sang Pastor Paroki menitipkan aspirasi kepada Wakapolres agar kekuatan personel Pospol Fafinisu yang saat ini berjumlah tiga orang dapat ditambah guna mengoptimalkan pelayanan.
Kunjungan dialogis bergeser kepada pihak keluarga korban pencurian di rumah adat Suku Naikteas Aoba.
Baca Juga:Dihadapan tetua suku dan keluarga, Wakapolres TTU menjamin bahwa proses hukum atas hilangnya barang-barang di rumah adat tersebut akan diusut secara tuntas dan profesional.
Ketua Suku beserta perwakilan keluarga Suku Naikteas Aoba menyampaikan ketegasan sikap mereka.
Mereka menyatakan secara bulat memberikan dukungan penuh dan mempercayakan penanganan perkara ini seutuhnya kepada Polres TTU.
"Kami berterima kasih atas kerelaan Bapak Wakapolres yang turun langsung ke rumah kami. Kami sangat berharap kasus ini segera benderang," ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, pihaknya berjanji akan memberikan semua informasi yang diketahui secara kooperatif kepada penyidik.
Baca Juga:"Kami juga menjamin keluarga besar kami akan ikut menjaga sitkamtibmas agar tetap aman dan kondusif, tanpa ada gerakan tambahan yang melanggar hukum," ungkap perwakilan Suku Naikteas Aoba.
Jajaran Polres TTU kemudian menggelar pertemuan dengan Camat Insana Fafinisu, Epidius Akoit, dan Kepala Desa Fafinisu B, Agustinus Naibesi.
Dalam sesi ini, Kompol Sudirman kembali menekankan peran vital kepala wilayah sebagai motor penggerak ketertiban di tingkat akar rumput.
"Bapak Camat dan Bapak Kades adalah tiang utama di wilayah ini. Jika ada riak-riak atau potensi pelanggaran hukum di tengah warga, mohon segera dikoordinasikan dengan pihak keamanan agar bisa langsung kami amankan. Jangan biarkan ada ruang untuk tindakan main hakim sendiri," imbau Wakapolres.
Camat Insana Fafinisu Epidius Akoit menyatakan kesiapan penuh jajaran pemerintah kecamatan dan desa untuk berdiri seiring dengan kepolisian dalam mengawal jalannya kasus pencurian serta pengeroyokan yang terjadi di wilayah hukum Desa Fafinisu B.
Usai merampungkan agenda di Kecamatan Insana Fafinisu, Wakapolres TTU bersama tim langsung menuju Desa Humusu Sainiup dan Desa Fatumtasa di Kecamatan Insana Utara untuk melakukan penggalangan serupa terhadap keluarga korban kasus pengeroyokan lainnya.
Melalui pendekatan dari hati ke hati ini, Polres TTU optimis stabilitas keamanan di wilayah perbatasan dapat tetap terjaga erat.
Polres Manggarai Barat Periksa Lima Saksi Dalam Kasus Tewasnya Dua WNA Austria
Begini Penjelasan Polres TTU Terkait Penganiayaan dan Pengeroyokan Tiga Warga
Niat Bercanda, Mahasiswa di Sumba Barat Daya Tewas Ditembak Rekan Dengan Senapan Angin
Pembinaan Berdampak Nyata, WBP Olah Lahan Tandus Hingga Panen 10 Ton Jagung
Balita dan Remaja Meninggal Dalam Kecelakaan Tunggal Dump Truk, Empat Orang Luka-luka