Selasa, 07 Juli 2026

Rupiah Diprediksi Fluktuatif dan Cenderung Melemah, Bergerak di Kisaran Rp17.600–Rp17.750 per Dolar AS

Arie - Kamis, 21 Mei 2026 09:50 WIB
Rupiah Diprediksi Fluktuatif dan Cenderung Melemah, Bergerak di Kisaran Rp17.600–Rp17.750 per Dolar AS
net
Ilustrasi.

digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis 21 Mei 2026, diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah di rentang Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS.

Baca Juga:

Berdasarkan data TradingView pada perdagangan Rabu (20/5/2026), rupiah ditutup menguat 0,48 persen ke posisi Rp17.629 per dolar AS.

Penguatan mata uang Garuda terjadi seiring apresiasi mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.

Mata Uang Asia Mayoritas Menguat

Beberapa mata uang Asia yang turut menguat terhadap dolar AS antara lain:

  • Yuan China naik 0,13 persen
  • Won Korea Selatan menguat 0,06 persen
  • Dolar Taiwan naik 0,11 persen
  • Ringgit Malaysia menguat 0,18 persen
Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya justru melemah, di antaranya:

  • Baht Thailand turun 0,06 persen
  • Peso Filipina melemah 0,03 persen
  • Rupee India turun 0,34 persen
Adapun yen Jepang, dolar Singapura, dan dolar Hong Kong terpantau bergerak stabil terhadap dolar AS.

Baca Juga:
Faktor Penguatan Rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah berhasil ditutup menguat meski indeks dolar AS masih melanjutkan penguatan.

Menurutnya, sentimen positif domestik menjadi pendorong utama penguatan rupiah, terutama dari kebijakan pemerintah terkait efisiensi anggaran serta langkah agresif Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan.

Pasar menilai langkah pemangkasan anggaran, termasuk pengurangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai sinyal positif terhadap pengelolaan fiskal nasional.

Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) dinilai mampu meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik di tengah tekanan global.

"Perkembangan domestik idealnya masih bisa mendukung penguatan rupiah tetapi perkembangan eksternal juga masih akan menjadi perhatian," ujar Lukman.

Faktor Eksternal Masih Membayangi

Meski rupiah memperoleh dukungan dari kebijakan fiskal dan moneter domestik, pergerakan eksternal masih menjadi faktor penting yang memengaruhi pasar keuangan Indonesia.

Penguatan indeks dolar AS dan ketidakpastian global diperkirakan tetap memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Karena itu, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta dinamika ekonomi global dalam jangka pendek.

Baca Juga:

Target Kurs Rupiah Versi Pemerintah

Secara terpisah, Presiden Prabowo Subianto menargetkan nilai tukar rupiah pada 2027 berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

Target tersebut disampaikan dalam pemaparan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM & PPKF) di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mengupayakan sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tantangan ekonomi global.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksikan Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksikan Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050 per Dolar AS

Rupiah Berpeluang Menguat Pekan Ini, Data Ekonomi Domestik Jadi Penentu

Rupiah Berpeluang Menguat Pekan Ini, Data Ekonomi Domestik Jadi Penentu

Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Kisaran Rp17.990-Rp18.050 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Kisaran Rp17.990-Rp18.050 per Dolar AS

Rupiah Masih Berpotensi Tertekan, Investor Tunggu Data Ekonomi AS

Rupiah Masih Berpotensi Tertekan, Investor Tunggu Data Ekonomi AS

Rupiah Berpotensi Masih Tertekan, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp17.950 per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Masih Tertekan, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp17.950 per Dolar AS

Rupiah Berpeluang Lanjut Menguat, Dolar AS Masih Tertekan

Rupiah Berpeluang Lanjut Menguat, Dolar AS Masih Tertekan

Komentar
Berita Terbaru