Pencuri di Kupang Bobol Rumah Pastori Saat Pendeta Sedang Berkhotbah di Gereja
Baca Juga:
Kapolsek Amarasi Iptu Basilio Pereira mengaku kalau Polsek Amarasi menerima laporan tentang pencurian perhiasan emas senilai Rp 70.000.000 di rumah korban Madriaos Marlina Lau warga Nekamese, Kecamatan Amarasi Selatan.
Usai menerima laporan, Kapolsek bersama piket SPK Polsek Amarasi mendatangi TKP dan melakukan olah TKP serta mengumpulkan alat bukti dan informasi, dari para saksi, tentang ciri-ciri pelaku.
Iptu Basilio bersama anggota langsung bergerak mengejar pelaku ke tempat pelariannya di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang di rumah salah seorang warga berinisial YN.
"Setelah melakukan olah TKP dan mengumpulkan informasi dari para saksi kami langsung menuju tempat persembunyian pelaku," jelas Kapolsek
Saat ini pelaku masih menjalani pemerikasaan dan diamankan Polsek Amarasi guna menjalani proses hukum yang berlaku.
Baca Juga:
Korban kemudian mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasnya usai kebaktian Kenaikan Tuhan Yesus pada Kamis (14/5/2026).
Melalui mimbar gereja, korban yang jjga ketua majelis jemaat GMIT Betel Ekam Kotabes mengaku kalau aksi pencurian terjadi di rumah pastori pukul 07.00 Wita saat jam ibadah.
"Peristiwa ini menjadi pergumulan dan doa dari seluruh jemaat karena pelaku beraksi saat jam ibadah," ujarnya.
Namun, Tuhan punya karya yang luar biasa sehingga Tuhan campur tangan sehingga bisa teratasi.
Pendeta menyampaikan terima kasih kepada jemaat Betel, majelis, orang tua, pemuda dan tokoh jemaat yang mendoakan.
Ia juga berterima kasih kepada abdi negara Polsek Amarasi dibawah pimpinan Iptu Basilio Pereira, Polres Kupang, Inafis, Kasat dan Polda NTT serta kejaksaan maupun pemerintah desa (Pemdes) Kotabes dan Pemdes Tunbaun.
"Dalam tempo 1x24 jam, melalui para abdi negara telah berhasil menangkap pelaku," ujarnya.
"Kami tidak punya sesuatu yang berharga untuk membalas jasa baik yang telah diberikan dan diterima oleh jemaat. Kiranya Tuhan sang sumber segala berkat akan terus menolong dan memampukan semua karya pelayanan supaya karya masing-masing dalam tugas masing-masing, kebenaran selalu diutamakan. Kebenaran tetap diwartakan. Ada kasih Tuhan maka pesan saya bahwa kasih Tuhan tidak pernah terlambat," ujar pendeta.
Baca Juga:
Pelaku ada warga jemaat tetap didoakan sehingga penanganan dari pihak berwajb menjadi ajaran yang berharga dari Yang Maha Kuasa.
Mantan Kapolres Kupang Jadi Direktur Reskrimsus Polda NTT
Pengunjung B&B Kupang Dianiaya Hingga Mata Lebam
Warga Kota Kupang Kehilangan Sepeda Motor di Parkiran Rumah Sakit, Polisi Amankan Pelaku
Nelayan Di Kupang Ditangkap Polisi Pasca Mencuri Kompresor Tambal Ban
IRT di Kupang Laporkan Pencurian Perhiasan Emas Oleh Anak Angkat, Polisi Upayakan Penyelesaian Damai
Meninggal di Rumahnya, Polres Kupang Olah TKP Penemuan Dokter Icha Meninggal di Baumata Barat
Polda NTT Gelar Doa Bersama Lintas Agama Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Berkas P21, Polres Rote Ndao Limpahkan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak ke Kejaksaan
Tiga Sepeda Motor Diamankan Polsek Alak Saat Balapan Liarg
Masuk Indonesia Secara Non Prosedural, Belasan Warga Timor Leste Diamankan Polisi
Berwisata Menikmati Kurma Premium Seraya Napak Tilas Sahabat Rasul Abdurrahman bin Auf
Mantan Kapolres Kupang Jadi Direktur Reskrimsus Polda NTT
Tipu WNA Soal Jual Beli Sepeda Motor, Pria Warga Kabupaten TTU Dibekuk Resmob Polresta Kupang Kota