Kepsek di Lembata Ditemukan Tewas Gantung Diri
digtara.com - SK (59), seorang kepala sekolah pada sebuah sekolah dasar di Kabupaten Lembata, NTT ditemukan meninggal dalam kondiai gantung diri.
Baca Juga:
Warga Dusun A, Desa Lolong, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata ini pertama kali ditemukan oleh istrinya LLM alias Lusia (57).
Sekitar pukul 05.30 Wita, Lusia bangun tidur namun tidak melihat korban. Lusia pun bertanya kepada anaknya namun anaknya menjawab tidak melihat korban.
Lusia kemudian mencari korban di dalam kampung namun tetap tidak menemukan korban.
Saat kembali ke rumah, Lusia melihat parang yang biasa korban bawa ke kebun sudah tidak ada sehingga ia memutuskan untuk mengikuti korban di kebun di Mitematapa.
Baca Juga:Di kebun, Lusia hanya melihat jaket korban sehingga ia berpikir kalau korban sedang beristirahat di bawah pohon jambu mente.
Lusia berusaha memanggil korban namun tidak ada jawaban sehingga ia mendekati korban. Lusia kaget karena korban sudah pada posisi gantung diri.
Lusia kemudian pulang memanggil warga masyarakat yang sedang bekerja di Koperasi Merah Putih untuk melihat korban dan Lusia kembali ke rumah.
Korban ditemukan tergantung dengan tali nilon warna biru dan di bagian kiri korban terdapat parang, buku dan balpoin
Lusia pun sangat terpukul karena saat ini mereka dan keluarga sedang mengurus pernikahan anak perempuan mereka pada bulan Juni 2026.
Setelah menurunkan korban, tali yang melilit leher korban dibuka dan setelah itu korban dibawa ke rumah korba, menggunakan mobil pick up.
Dokter dari Puskesmas Loang tiba di rumah duka untuk melakukan pemeriksaan medis.
Selama ini korban tinggal di Desa Lolong, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata, bersama dengan Istri dan anak.
Korban merupakan guru di SD Inpres Lowoblolong yang baru satu tahun menjabat sebagai Plt. Kepala Sekolah.
Baca Juga:Lokasi kejadian berada diluar kampung yang terdapat di kebun Mitematapa dan jarak antara lokasi TKP dengan Desa Lolong sekitar 500 meter.
Hasil pemeriksaan luar oleh dokter Puskesmas Nagawutung, dr. Leoni, tidak ditemukan luka lebam di sekujur tubuh korban.
Lidah korban menjulur keluar dan berwarna hitam. Terdapat bekas jeratan tali di bagian leher.
Berdasarkan hasil kordinasi dengan keluarga korban, bahwa keluarga menolak dilakukan otopsi, karena keluarga menganggap peristiwa ini merupakan musibah yang terjadi di dalam keluarga, dan membuat surat pernyataan penolakan otopsi.
Kapolres Lembata, AKBP Nanang Wahyudi yang dikonfirmasi pada Rabu (13/5/2026) membenarkan kejadian ini.
Disebutkan kalau hasil olah TKP, kondisi korban sudah tidak bernyawa dan lidah korban terjulur keluar dan berwarna hitam.
"Alasan bunuh diri kemungkinan terbebani urusan adat atau perkawinan anak perempuannya," ujar Kapolres.
Baca Juga:
Enam Bulan Kabur, DPO Kasus Tabrak Lari di Rote Ndao Ditangkap Resmob Polda NTT dan Anggota Polres Rote Ndao
Purna Tugas, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo Serahkan Jabatan Wakapolda ke Kapolda NTT
Viral Siswa di Kabupaten TTS Sisihkan Daging MBG Untuk Ayahnya, Kapolda NTT Turun Tangan Beri Bantuan
Brimob Polda NTT Bongkar Penimbunan BBM di Kota Kupang
Lima Tahun Kabur, Resmob Polda NTT Dan Polres TTS Amankan DPO Kasus Penggelapan di Bali