Sabtu, 15 Agustus 2026

Kepsek di Lembata Ditemukan Tewas Gantung Diri

Imanuel Lodja - Rabu, 13 Mei 2026 09:15 WIB
Kepsek di Lembata Ditemukan Tewas Gantung Diri
istimewa
Kepsek di Lembata Ditemukan Tewas Gantung Diri

digtara.com - SK (59), seorang kepala sekolah pada sebuah sekolah dasar di Kabupaten Lembata, NTT ditemukan meninggal dalam kondiai gantung diri.

Baca Juga:

Korban ditemukan pada Selasa (12/5/2026) di kebun Mitematapa, Desa Lolong, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata.

Warga Dusun A, Desa Lolong, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata ini pertama kali ditemukan oleh istrinya LLM alias Lusia (57).

Sekitar pukul 05.30 Wita, Lusia bangun tidur namun tidak melihat korban. Lusia pun bertanya kepada anaknya namun anaknya menjawab tidak melihat korban.

Lusia kemudian mencari korban di dalam kampung namun tetap tidak menemukan korban.

Saat kembali ke rumah, Lusia melihat parang yang biasa korban bawa ke kebun sudah tidak ada sehingga ia memutuskan untuk mengikuti korban di kebun di Mitematapa.

Baca Juga:
Di kebun, Lusia hanya melihat jaket korban sehingga ia berpikir kalau korban sedang beristirahat di bawah pohon jambu mente.

Lusia berusaha memanggil korban namun tidak ada jawaban sehingga ia mendekati korban. Lusia kaget karena korban sudah pada posisi gantung diri.

Lusia kemudian pulang memanggil warga masyarakat yang sedang bekerja di Koperasi Merah Putih untuk melihat korban dan Lusia kembali ke rumah.

Korban ditemukan tergantung dengan tali nilon warna biru dan di bagian kiri korban terdapat parang, buku dan balpoin

Lusia pun sangat terpukul karena saat ini mereka dan keluarga sedang mengurus pernikahan anak perempuan mereka pada bulan Juni 2026.

Saudara sepupu korban, Yohanes Berkmans Dua (45) yang datang pasca kejadian kemudian menyuruh Marselinus Pekat Gera (27) dan Fari untuk membuka tali bagian atas dan ia menahan tubuh korban.

Setelah menurunkan korban, tali yang melilit leher korban dibuka dan setelah itu korban dibawa ke rumah korba, menggunakan mobil pick up.

Dokter dari Puskesmas Loang tiba di rumah duka untuk melakukan pemeriksaan medis.

Selama ini korban tinggal di Desa Lolong, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata, bersama dengan Istri dan anak.

Korban merupakan guru di SD Inpres Lowoblolong yang baru satu tahun menjabat sebagai Plt. Kepala Sekolah.

Baca Juga:
Lokasi kejadian berada diluar kampung yang terdapat di kebun Mitematapa dan jarak antara lokasi TKP dengan Desa Lolong sekitar 500 meter.

Hasil pemeriksaan luar oleh dokter Puskesmas Nagawutung, dr. Leoni, tidak ditemukan luka lebam di sekujur tubuh korban.

Lidah korban menjulur keluar dan berwarna hitam. Terdapat bekas jeratan tali di bagian leher.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Lima Warga Meninggal Pasca Gempa M7,7 Nagekeo, Forkopimda NTT Terbang ke Flores

Lima Warga Meninggal Pasca Gempa M7,7 Nagekeo, Forkopimda NTT Terbang ke Flores

Gelar Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan 2026, Kapolda Tekankan Pencegahan dan Deteksi Dini

Gelar Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan 2026, Kapolda Tekankan Pencegahan dan Deteksi Dini

Presiden Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan, Salah Satunya Jembatan Merah Putih Presisi Takari Hasil Kerja Brimob Polda NTT

Presiden Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan, Salah Satunya Jembatan Merah Putih Presisi Takari Hasil Kerja Brimob Polda NTT

Anggota Ditpolairud Polda NTT Kembali Bagikan Bendera Merah Putih Pada Nelayan di Sumba Timur

Anggota Ditpolairud Polda NTT Kembali Bagikan Bendera Merah Putih Pada Nelayan di Sumba Timur

Polairud di Manggarai Barat Bantu Evakuasi Ibu Hamil dari Pulau Papagarang

Polairud di Manggarai Barat Bantu Evakuasi Ibu Hamil dari Pulau Papagarang

Gandeng Kelompok Tani di Malaka, Polda NTT Siapkan Lahan Penanaman Bawang Putih

Gandeng Kelompok Tani di Malaka, Polda NTT Siapkan Lahan Penanaman Bawang Putih

Komentar
Berita Terbaru