Senin, 11 Mei 2026

Lima Warga Terluka dan Belasan Bangunan Rusak Berat dalam Konflik Antar Warga di Adonara Timur-NTT

Imanuel Lodja - Senin, 11 Mei 2026 09:43 WIB
Lima Warga Terluka dan Belasan Bangunan Rusak Berat dalam Konflik Antar Warga di Adonara Timur-NTT
net
Ilustrasi.

digtara.com -Sebanyak lima orang warga mengalami luka saat bentrokan antar desa di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (9/5/2026) malam.

Baca Juga:

Konflik ini melibatkan warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak, Kabupaten Flores Timur.

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra yang dikonfirmasi pada Minggu (10/5/2026) membenarkan hal tersebut.

Kapolres yang sedang memimpin pengamanan di lokasi kejadian menyebutkan kalau kondisi saat ini sudah kondusif.

"Sejauh ini sudah reda dan aman (hingga Minggu malam)," ujar Kapolres pada Minggu malam.

Terpisah, Kasi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A. Kalelado menyebutkan ada lima korban luka dalam peristiwa ini.

Baca Juga:

"Untuk korban luka sebanyak lima orang yakni FA, JBAL, T, E dan G," ujar Kasi Humas pada Minggu malam.

Ada pula bangunan dan rumah yang mengalami kerusakan imbas dari bentrokan antar warga ini.

Terdata oleh pihak kepolisian ada 12 bangunan rusak berat akibat konflik antar warga tersebut.

Belasan bangunan rusak ini terdiri dari 10 unit bangunan rumah, satu bangunan apotik dan satu unit kios.

Korban terluka sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Larantuka untuk mendapatkan penanganan medis.

Bentrok ini diduga dipicu sengketa kepemilikan tanah adat yang hingga kini belum menemukan titik temu.

Pada akhir Februari 2026 lalu, Pemkab Flores Timur sempat memediasi kedua belah pihak di kantor Bupati Flores Timur.

Konflik yang sama juga pernah terjadi pada awal Maret 2026. lima warga mengalami luka tembak dan enam rumah dilaporkan rusak serta terbakar.

Aparat Polres Flores Timur terus melakukan langkah-langkah pengamanan, pendekatan persuasif, serta koordinasi dengan seluruh unsur terkait guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Baca Juga:

TNI dan Polri hingga saat ini masih melakukan pengamanan, serta komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat di wilayah Flores Timur

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta menahan diri dari tindakan-tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru