Cerita Warga Sikka Terjatuh ke Laut Saat Gempa Flores dan Luput dari Pendataan Sebagai Korban
digtara.com -Tak semua korban gempa Flores, NTT tercatat dan tidak semua luka akibat bencana langsung terlihat.
Baca Juga:
Ambrosius Ando, porter atau buruh pelabuhan menjadi korban gempa pada Sabtu (15/8/2026).
Saat itu ia berada di pelabuhan Lorens Say Maumere, Kabupaten Sikka karena ada jadwal kapal KM Bukit Siguntang akan sandar di pelabuhan tersebut.
Warga Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka ini pun akhirnya busa terdata setelah tim medis dari Dokkes Polres Sikka mendatangi rumahnya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan karena ia juga menjadi korban saat gempa terjadi.
Saat gempa mengguncang wilayah tersebut, korban sedang menjalankan aktivitas pekerjaannya di kawasan pelabuhan.
Baca Juga:Dalam situasi yang berlangsung secara tiba-tiba itu, tangga kapal terjatuh akibat guncangan gempa dan korban ikut terjatuh ke laut.
Kondisi korban ternyata belum terlaporkan secara resmi kepada pihak-pihak yang semestinya mengetahui dan memberikan penanganan.
Usai kejadian, korban tidak sempat melaporkan apa yang dialaminya kepada Ketua RT, pemerintah setempat, pihak kepolisian maupun aparat terkait lainnya.
Korban kemudian ditemukan berada di kediamannya di Kelurahan Kabor, Kabupaten Sikka.
Tim Dokkes mendatangi langsung korban guna memastikan kondisi kesehatannya sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Terjatuh ke laut ketika sedang bekerja di tengah situasi gempa tentu bukan pengalaman ringan.
Kondisi korban perlu dipastikan secara medis agar tidak ada dampak kesehatan yang terlewatkan hanya karena korban terlihat mampu bertahan dan kembali ke rumah.
Ada kemungkinan warga yang terdampak justru berada di rumah, belum melapor, atau belum mengetahui ke mana harus menyampaikan kondisi yang dialaminya.
Karena itu, pendekatan langsung ke tengah masyarakat menjadi sangat penting.
Baca Juga:Bagi korban yang terjatuh ke laut tersebut, pemeriksaan kesehatan menjadi tahap awal untuk menentukan apakah ia cukup mendapatkan penanganan di rumah atau membutuhkan perawatan dan pemantauan lebih lanjut.
Tim Dokkes akan melihat hasil pemeriksaan dan perkembangan kondisi korban.
Apabila secara medis diperlukan, korban akan dievakuasi ke posko untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Peristiwa yang dialami porter di Kelurahan Kabor ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap laporan bencana terdapat manusia dengan kondisi dan cerita yang berbeda.
Ada yang segera mendapatkan pertolongan, namun ada pula yang memilih bertahan dan belum menyampaikan apa yang dialaminya.
Sejumlah Wilayah Terisolir Pasca Gempa Flores Mulai Bisa Diakses
Pemerintah dan Polri Percepat Penanganan Dampak Gempa Magnitudo 7,7 di Flores
Polda NTT Kembali Terjunkan 125 Personel ke Flores
Polri Kembali Kirim 3,4 Ton Bantuan Logistik dan Obat-obatan ke NTT
Kapolsek Macang Pacar Intensifkan Kunjungi Rumah Warga dan Tenda Darurat Pasca Gempa