Sabtu, 16 Mei 2026

Ancaman Rabies di Kabupaten Sikka-NTT Makin Mengkuatirkan

Imanuel Lodja - Kamis, 16 April 2026 13:49 WIB
Ancaman Rabies di Kabupaten Sikka-NTT Makin Mengkuatirkan
net
Ilustrasi.

digtara.com -Data terbaru hingga April 2026 mencatat lonjakan signifikan dengan 3.006 spesimen hewan di Kabupaten Sikka, NTT dinyatakan positif rabies

Baca Juga:

Kondisi ini mengkuatirkan karena telah memasuki fase darurat kesehatan masyarakat.

Fakta ini terungkap dalam kegiatan koordinasi antara Unit Sosial Budaya Sat Intelkam Polres Sikka bersama Dinas Peternakan Kabupaten Sikka di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Rabu (15/4/2026).

Koordinasi dipimpin Kanit III Sat Intelkam Polres Sikka, Bripka Budi Prasetyo menggali kondisi riil di lapangan bersama Kepala Bidang Kewaspadaan Hewan, drh. Eus Keupung.

Baca Juga:
Hasilnya mencerminkan bahwa rabies di Kabupaten Sikka masih menjadi ancaman serius yang belum terkendali.

Sebaran kasus rabies telah menjangkau sejumlah desa, di antaranya Desa Done, Leguwoda, Bhera, Masabewa, hingga Runut.

Wilayah-wilayah ini kini menjadi titik rawan penyebaran virus mematikan tersebut.

Sepanjang tahun 2025 tercatat 68 kasus positif rabies. Sementara dalam kurun waktu hanya dua bulan pada awal 2026 (Januari–Februari), telah terjadi 182 kasus gigitan hewan.

Angka ini menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan.

Di sisi lain, populasi anjing di Kabupaten Sikka diperkirakan mencapai kurang lebih 30.000 ekor.

Baca Juga:
Namun ironisnya, cakupan vaksinasi masih tergolong rendah.

Kondisi ini menjadikan populasi hewan penular rabies (HPR) sebagai bom waktu epidemi yang sewaktu-waktu dapat meledak dan mengancam keselamatan masyarakat luas.

Pemerintah daerah sendiri tidak tinggal diam. Melalui instruksi Bupati Sikka, telah diberlakukan kebijakan penutupan wilayah atau lockdown hewan selama 90 hari di daerah terdampak.

Langkah ini untuk membatasi mobilitas hewan dan menekan laju penyebaran virus.

Selain itu, upaya penanganan juga dilakukan melalui vaksinasi massal serta eliminasi selektif terhadap hewan yang terindikasi rabies.

Berbagai kendala masih membayangi efektivitas penanganan di lapangan. Keterbatasan stok vaksin menjadi salah satu persoalan krusial.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pemuda di Kupang Nyaris Dikeroyok Warga Gara-gara Aniaya Pacar dan Pemilik Kost

Pemuda di Kupang Nyaris Dikeroyok Warga Gara-gara Aniaya Pacar dan Pemilik Kost

Dua Gereja di Nagekeo-NTT Jadi Sasaran Pencurian, Polres Nagekeo Bekuk Pelaku di Kabupaten Tetangga

Dua Gereja di Nagekeo-NTT Jadi Sasaran Pencurian, Polres Nagekeo Bekuk Pelaku di Kabupaten Tetangga

Jenazah Tanpa Kaki dan Tangan Ditemukan Warga di Sekitar Hutan Bakau Rote Ndao

Jenazah Tanpa Kaki dan Tangan Ditemukan Warga di Sekitar Hutan Bakau Rote Ndao

Pemuda di Sabu Raijua Coba Bunuh Diri Dengan Pisau Hingga Usus Terburai dan Luka Pada Leher dan Perut

Pemuda di Sabu Raijua Coba Bunuh Diri Dengan Pisau Hingga Usus Terburai dan Luka Pada Leher dan Perut

Pencuri dan Anjing Hasil Curian Ditangkap Tim Resmob Polres Kupang

Pencuri dan Anjing Hasil Curian Ditangkap Tim Resmob Polres Kupang

Berniat Perbaiki Kabel Putus, Warga Manggarai Malah Tewas Tersengat Arus Listrik

Berniat Perbaiki Kabel Putus, Warga Manggarai Malah Tewas Tersengat Arus Listrik

Komentar
Berita Terbaru