Jumat, 04 September 2026

Ancaman Rabies di Kabupaten Sikka-NTT Makin Mengkuatirkan

Imanuel Lodja - Kamis, 16 April 2026 13:49 WIB
Ancaman Rabies di Kabupaten Sikka-NTT Makin Mengkuatirkan
net
Ilustrasi.

digtara.com -Data terbaru hingga April 2026 mencatat lonjakan signifikan dengan 3.006 spesimen hewan di Kabupaten Sikka, NTT dinyatakan positif rabies

Baca Juga:

Kondisi ini mengkuatirkan karena telah memasuki fase darurat kesehatan masyarakat.

Fakta ini terungkap dalam kegiatan koordinasi antara Unit Sosial Budaya Sat Intelkam Polres Sikka bersama Dinas Peternakan Kabupaten Sikka di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Rabu (15/4/2026).

Koordinasi dipimpin Kanit III Sat Intelkam Polres Sikka, Bripka Budi Prasetyo menggali kondisi riil di lapangan bersama Kepala Bidang Kewaspadaan Hewan, drh. Eus Keupung.

Baca Juga:
Hasilnya mencerminkan bahwa rabies di Kabupaten Sikka masih menjadi ancaman serius yang belum terkendali.

Sebaran kasus rabies telah menjangkau sejumlah desa, di antaranya Desa Done, Leguwoda, Bhera, Masabewa, hingga Runut.

Wilayah-wilayah ini kini menjadi titik rawan penyebaran virus mematikan tersebut.

Sepanjang tahun 2025 tercatat 68 kasus positif rabies. Sementara dalam kurun waktu hanya dua bulan pada awal 2026 (Januari–Februari), telah terjadi 182 kasus gigitan hewan.

Angka ini menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan.

Di sisi lain, populasi anjing di Kabupaten Sikka diperkirakan mencapai kurang lebih 30.000 ekor.

Baca Juga:
Namun ironisnya, cakupan vaksinasi masih tergolong rendah.

Kondisi ini menjadikan populasi hewan penular rabies (HPR) sebagai bom waktu epidemi yang sewaktu-waktu dapat meledak dan mengancam keselamatan masyarakat luas.

Pemerintah daerah sendiri tidak tinggal diam. Melalui instruksi Bupati Sikka, telah diberlakukan kebijakan penutupan wilayah atau lockdown hewan selama 90 hari di daerah terdampak.

Langkah ini untuk membatasi mobilitas hewan dan menekan laju penyebaran virus.

Selain itu, upaya penanganan juga dilakukan melalui vaksinasi massal serta eliminasi selektif terhadap hewan yang terindikasi rabies.

Berbagai kendala masih membayangi efektivitas penanganan di lapangan. Keterbatasan stok vaksin menjadi salah satu persoalan krusial.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rem Blong Dump Truk Terbalik, Satu Orang Meninggal dan Sejumlah Penumpang Terluka

Rem Blong Dump Truk Terbalik, Satu Orang Meninggal dan Sejumlah Penumpang Terluka

Granat Belasan Tahun Disimpan Dalam Rumah, Warga Malaka Pilih Serahkan ke Polisi

Granat Belasan Tahun Disimpan Dalam Rumah, Warga Malaka Pilih Serahkan ke Polisi

Pria di TTS Modus Jual Ikan Sambil Jalankan Judi Online

Pria di TTS Modus Jual Ikan Sambil Jalankan Judi Online

Terdata 51 Warga Manggarai Meninggal Akibat Gempa Bumi, 25 Warga Meninggal Karena Tertimpa Bangunan

Terdata 51 Warga Manggarai Meninggal Akibat Gempa Bumi, 25 Warga Meninggal Karena Tertimpa Bangunan

Tim Dokkes Polda NTT Sisir Wilayah Terdampak Gempa Flores Beri Layanan Kesehatan

Tim Dokkes Polda NTT Sisir Wilayah Terdampak Gempa Flores Beri Layanan Kesehatan

Serang Cafe dan Sejumlah Pengunjung Terluka, 10 Pemuda di Sumba Barat Daya Ditahan Polisi

Serang Cafe dan Sejumlah Pengunjung Terluka, 10 Pemuda di Sumba Barat Daya Ditahan Polisi

Komentar
Berita Terbaru