Selasa, 04 Agustus 2026

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.200 per Dolar AS Hari Ini 13 April 2026, Dipicu Geopolitik dan The Fed

Arie - Senin, 13 April 2026 10:00 WIB
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.200 per Dolar AS Hari Ini 13 April 2026, Dipicu Geopolitik dan The Fed

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Senin, 13 April 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah. Kurs rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.040 hingga Rp17.200 per dolar AS.

Baca Juga:

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyebut tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat di awal pekan ini.

Ia menilai rupiah berpotensi sulit keluar dari level Rp17.000 per dolar AS dalam waktu dekat.

Sentimen Geopolitik Tekan Rupiah

Baca Juga:
Tekanan terhadap rupiah salah satunya berasal dari meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Iran dan negara-negara besar memicu kekhawatiran pasar global.

Situasi semakin memanas setelah muncul laporan terkait pengiriman persenjataan dari China ke Iran yang memicu reaksi keras dari Donald Trump.

Selain itu, risiko penutupan Selat Hormuz juga menjadi perhatian utama. Jalur ini merupakan salah satu rute vital distribusi minyak dunia.

Jika gangguan terjadi, harga minyak mentah jenis WTI diperkirakan bisa melonjak hingga US$108 per barel.

Dampak Kenaikan Harga Minyak dan Inflasi Global

Lonjakan harga energi berpotensi meningkatkan inflasi global. Kondisi ini dapat mendorong bank sentral dunia untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Baca Juga:
Akibatnya, mata uang negara berkembang seperti rupiah menjadi semakin tertekan.

Dalam situasi ketidakpastian global, investor cenderung beralih ke aset aman seperti dolar AS dan emas.

Kebijakan The Fed Jadi Sorotan

Pasar juga mencermati arah kebijakan dari Federal Reserve di tengah transisi kepemimpinan.

Muncul spekulasi bahwa Kevin Warsh berpotensi ditunjuk untuk memimpin bank sentral AS.

Kondisi ini memunculkan ekspektasi adanya kebijakan suku bunga yang lebih selaras dengan pemerintah AS. Namun, ketidakpastian masih tinggi karena faktor geopolitik belum mereda.

Baca Juga:
Dolar AS Menguat, Rupiah Tertekan

Secara teknikal, indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam rentang 97 hingga 101. Penguatan dolar ini menjadi sentimen negatif bagi rupiah.

Arus keluar modal asing atau capital outflow juga berpotensi meningkat, seiring investor global yang mencari aset lebih aman.

Dengan kombinasi tekanan geopolitik, kenaikan harga minyak, dan ketidakpastian kebijakan moneter AS, rupiah diperkirakan masih berada dalam tren melemah.

Pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap dinamika global yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini 3 Agustus 2026 Diproyeksi Menguat, Simak Sentimen Penggeraknya

Rupiah Hari Ini 3 Agustus 2026 Diproyeksi Menguat, Simak Sentimen Penggeraknya

Rupiah Diproyeksikan Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS Hari Ini, Ini Faktor Penekannya

Rupiah Diproyeksikan Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS Hari Ini, Ini Faktor Penekannya

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.130 per Dolar AS Hari Ini, Dipengaruhi FOMC The Fed dan Sentimen Global

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.130 per Dolar AS Hari Ini, Dipengaruhi FOMC The Fed dan Sentimen Global

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diproyeksikan Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diproyeksikan Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS

Rupiah Diprediksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Atas Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Diprediksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Atas Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.963 per Dolar AS, Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Tekanan

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.963 per Dolar AS, Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Tekanan

Komentar
Berita Terbaru