Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.200 per Dolar AS Hari Ini 13 April 2026, Dipicu Geopolitik dan The Fed
Arie - Senin, 13 April 2026 10:00 WIB
Kebijakan The Fed Jadi Sorotan
Pasar juga mencermati arah kebijakan dari Federal Reserve di tengah transisi kepemimpinan.
Dengan kombinasi tekanan geopolitik, kenaikan harga minyak, dan ketidakpastian kebijakan moneter AS, rupiah diperkirakan masih berada dalam tren melemah.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Baca Juga:
Muncul spekulasi bahwa Kevin Warsh berpotensi ditunjuk untuk memimpin bank sentral AS.
Kondisi ini memunculkan ekspektasi adanya kebijakan suku bunga yang lebih selaras dengan pemerintah AS. Namun, ketidakpastian masih tinggi karena faktor geopolitik belum mereda.
Baca Juga:Dolar AS Menguat, Rupiah Tertekan
Secara teknikal, indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam rentang 97 hingga 101. Penguatan dolar ini menjadi sentimen negatif bagi rupiah.
Arus keluar modal asing atau capital outflow juga berpotensi meningkat, seiring investor global yang mencari aset lebih aman.
Pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap dinamika global yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek.
Baca Juga:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini 3 Agustus 2026 Diproyeksi Menguat, Simak Sentimen Penggeraknya
Rupiah Diproyeksikan Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS Hari Ini, Ini Faktor Penekannya
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.130 per Dolar AS Hari Ini, Dipengaruhi FOMC The Fed dan Sentimen Global
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diproyeksikan Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS
Rupiah Diprediksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Atas Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.963 per Dolar AS, Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Tekanan
Komentar