Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.140 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah Tekan Pasar
digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan melemah pada perdagangan Jumat, 10 Juni 2026. Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.090 hingga Rp17.140 per dolar AS di tengah tekanan sentimen global.
Baca Juga:
Pergerakan Mata Uang Asia Beragam
Sejumlah mata uang di kawasan Asia menunjukkan pergerakan bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,30 persen, yuan China turun 0,13 persen, dan dolar Singapura melemah 0,13 persen.
Baca Juga:Selain itu, won Korea Selatan terkoreksi 0,16 persen, ringgit Malaysia melemah 0,25 persen, peso Filipina turun 0,49 persen, serta baht Thailand melemah 0,14 persen.
Sentimen Timur Tengah Tekan Rupiah
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut bahwa gangguan di Selat Hormuz masih berlanjut dan menjadi faktor utama tekanan terhadap pasar keuangan global.
Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak global dilaporkan masih mengalami pembatasan. Meskipun terdapat gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran, gangguan distribusi energi belum sepenuhnya pulih.
Kondisi ini memicu ketidakpastian di pasar dan berdampak langsung pada pergerakan nilai tukar, termasuk rupiah.
Baca Juga:Kebijakan The Fed dan Dampaknya
Dari sisi global, risalah rapat Federal Reserve (FOMC) menunjukkan bahwa pejabat The Fed masih membuka peluang penurunan suku bunga pada tahun ini.
Namun, ketidakpastian tetap tinggi akibat konflik geopolitik dan tekanan inflasi yang masih berada di atas target.
Proyeksi Ekonomi Indonesia Direvisi
Dari dalam negeri, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 4,7 persen, turun dari estimasi sebelumnya 4,8 persen.
Baca Juga:Meski demikian, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik yang berada di level 4,2 persen.
Sementara itu, OECD juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,8 persen dari sebelumnya 5 persen.
Revisi ini dipengaruhi oleh tekanan global seperti lonjakan harga energi, konflik geopolitik, serta ketidakpastian kebijakan ekonomi dunia.
Investor disarankan untuk mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan global yang dapat memengaruhi pergerakan pasar keuangan dalam jangka pendek.
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Sentimen Defisit Fiskal Jadi Tekanan Utama
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Investor Waspadai Defisit Transaksi Berjalan
Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Level Terburuk dalam 6 Tahun
Rupiah Diprediksi Bergerak Volatil di Kisaran Rp17.600–Rp17.700 per Dolar AS
Rupiah Diprediksi Fluktuatif dan Cenderung Melemah, Bergerak di Kisaran Rp17.600–Rp17.750 per Dolar AS