Minum Air Dari Kulkas, Adik Meninggal Dunia dan Kakak Dirawat Intensif
digtara.com -Seorang pelajar sekolah dasar di Kabupaten Kupang meninggal dunia usai mengkonsumsi air dingin dari dalam kulkas.
Baca Juga:
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (8/4/2026) di RT 44/RW 16, dusun Dendeng, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
Korban meninggal dunia diduga setelah minum air dari dalam kulkas, Anggrani I. O. Nggili.
Baca Juga:Bocah perempuan berusia sembilan tahun ini merupakan siswi sekolah dasar.
Sementara kakaknya, Arnold Grevan Nggili (16) masih menjalani perawatan medis.
Pada Rabu (8/4/2026) petang, korban Arnold pulang dari sekolah dan langsung makan.
Berselang 30 menit kemudian, korban merasa sakit dan tertikam pada bagian perut.
Korban Arnold juga muntah-muntah dan buang air besar secara terus menerus.
Baca Juga:Sementara itu, korban Indri yang saat itu juga berada di rumah pamit hendak membeli gorengan yang dijual Firsa Malimau.
Ia juga membeli minuman jenis oky jeli drink di kios milik Sukmawati yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah
Sepanjang perjalanan pulang le rumah, korban meminum oky jeli drink yang dibelinya;.
Selang beberapa saat, korban Indri mengeluh sakit perut disertai kejang-kejang dan muntah-muntah.
Ibu korban, Agustina FF Rihi menyuruh Iren Nggili untuk membuang air dari dalam kulkas.
Baca Juga:Korban Arnol sendiri mengaku kalau air dingin dari dalam kulkas terasa pahit saat diminum.
Iren kemudian mencuci wadah air yang merupakan wadah ricecooker dan mengisi ulang air lalu dimasukkan kembali ke dalam kulkas.
Karena tidak kunjung membaik, maka pada Rabu malam, kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Leona Noelbaki.
Sekitar satu jam pasca mendapat penanganan medis, korban Indri dinyatakan meninggal dunia.
Baca Juga:Sementara korban Arnol masih mendapat perawatan lanjutan di RSUD SK Lerik Kota Kupang.
Polisi dari Polsek Kupang Tengah dan Polres Kupang sempat ke lokasi kejadian.
Polisi mengamankan sisa mutahan kedua korban beserta sisa makanan korban serta sejumlah barang bukti lainnya.
Orang tua korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan membuat surat pernyataan penolakan otopsi.
Namun pihak kepolisian masih terus mendalami peristiwa tersebut.
Baca Juga:Kapolres Kupang, AKBP Rudi JJ Ledo melalui Kasat Reskrim, AKP Helmi Wildan membenarkan kejadian ini.
Dikonfirmasi pada Kamis (9/4/2026) malam, Kasat menyebutkan kalau kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian.
"Iya, benar," ujarnya sambil menambahkan kalau polisi sudah meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait kejadian ini.
Kapal Mati Mesin di Perairan Otan, Dua Nelayan Diselamatkan Tim SAR Gabungan
Warga Semau-Kupang Pelaku Bom Ikan Diamankan Anggota Ditpolairud Polda NTT
Calo Tiket Kapal Pelni di Kupang Kembali Beraksi, Polisi Turun Tangan Damaikan
Lakukan Pelanggaran, Sejumlah Anggota Polresta Kupang Jalani Sidang KKEP
Dua Kapolsek di Polres Kupang Berganti