Tiga Terduga Tindak Pidana PETI di Sumba Timur Diproses Hukum
digtara.com -Aparat keamanan Polres Sumba Timur mengungkap dugaan tindak pidana Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hutan lindung, tepatnya di wilayah Taman Nasional Matalawa, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga:
Kasat Reskrim menjelaskan bahwa kasus ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang kemudian diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kasus bermula pada Selasa, 9 Desember 2025, ketika Kantor Resor Wanggameti, Balai Taman Nasional (BTN) Matalawa, menerima laporan masyarakat terkait aktivitas penambangan ilegal di kawasan hutan lindung.
Baca Juga:Petugas BTN bersama warga setempat mendatangi lokasi di Sungai Wendawa, Dusun Laironja, Desa Wanggameti, Kecamatan Matawai La Pawu.
Di lokasi, petugas mendapati tiga pria berinisial KH, AN, dan RU tengah melakukan penggalian material tanah dan batuan yang diduga mengandung emas.
Berdasarkan pemeriksaan awal, aktivitas penambangan dilakukan secara manual (open mining), dengan material tanah dan batuan digali menggunakan linggis, lalu diproses melalui pengayakan untuk memisahkan butiran emas.
Dari pengakuan para terduga, mereka melakukan penambangan sejak 7 hingga 9 Desember 2025, namun belum memperoleh emas.
Penyidik telah melakukan klarifikasi terhadap pelapor, memeriksa 10 orang saksi, dan melakukan gelar perkara untuk menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan.
Baca Juga:"Sampai saat ini, kami telah memeriksa 10 orang saksi. Dari hasil pemeriksaan, kami menemukan bukti yang cukup, sehingga kasus ini akan segera digelar perkara untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan," jelas AKP Markus Y. Foes.
Dalam waktu dekat juga akan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli pertambangan.
Dari pemeriksaan sementara, motif para terduga adalah memperoleh emas untuk dijual demi kebutuhan pribadi.
Mangkir Dari Panggilan, Polres Belu Layangkan Lagi Panggilan Bagi RS Tersangka Kasus Pencabulan
Polres Sumba Timur Hentikan Akvitas Tambang Emas Ilegal
Tiga Warga TTU Disekap dan Dianiaya di Malaka
Hujan Deras Rendam Sejumlah Rumah di Belu dan Lahan Pertanian Tergenang Air
Sejumlah Remaja Pria di Flores Timur-NTT Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis dengan Ancaman Benda Tajam