Senin, 23 Februari 2026

Tiga Warga TTU Disekap dan Dianiaya di Malaka

Imanuel Lodja - Senin, 23 Februari 2026 13:40 WIB
Tiga Warga TTU Disekap dan Dianiaya di Malaka
ist
Tiga warga TTU korban penganiayaan warga asal Kabupaten Malaka

digtara.com -Tiga orang warga asal Desa Loeram, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT disekap dan dianiaya sejumlah pria di Kabupaten Malaka, NTT.

Baca Juga:

Penyekapan dan penganiayaan terjadi pada Minggu (22/2/2026) di Dusun Oetfo, Desa Bani-Bani, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka.

Tiga korban penganiayaan ini masing-masing Emerensiana Selo alias Ema (62), seorang ibu rumah tangga, Agustinus Amtasi alias Jhony (46) dan Yakobus Kato alias Kobus (36).

Ketiga korban merupakan warga Dusun Amkeun, Desa Loeram, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU.

Baca Juga:
Mereka disekap dan dianiaya oleh EU alias Edu (40), JB alias Jefri (30), AA alias Abel (26), MM alias Maksi (27), YL alias Yan (40), YB (42), MU alias Melki (25) dan WM alias Linus (26).

Para terduga pelaku merupakan warga Dusun Oetfo, Desa Bani Bani, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka.

Penyekapan dan penganiayaan ini bermula saat para terduga pelaku mendatangi korban pada Minggu (22/2/2026) petang.

Saat bertemu para korban, salah saru terduga pelaku, JB alias Jefri mengajak mereka untuk ke Dusun Oetfo, Kabupaten Malaka untuk penyelesaian masalah keluarga.

Korban Yakobus Kato menolak dan meminta para terduga pelaku untuk pulang dan mereka akan menyusul pada Senin (23/2/2026) untuk menyeleasaikan persoalan.

Saat itu terduga pelaku ML alias Melki melompat sambil memukul korban Yakobus Kato diikuti oleh Jefri dan Maksi.

Baca Juga:
Jefri juga memukuli kornam Emerensiana Selo di bagian pelipis mata kiri yang mengakibatkan luka dan bengkak serta memar kebiruan.

Terduga pelaku Edu, Jefri, Melki, Yan dan Maksi kemudian menganiaya korban Agustinus Amtasi alias Joni berulang kali di kepala, wajah dan badan korban.

Akibatkan penyerangan dan penganiayaan ini, gigi Joni copot dan mengalami luka di kepala, siku kanan dan bengkak pada mata kiri.

Setelah menganiaya para korban, terduga pelaku Melki mengikat tangan dari Yakobus Kato.

Sementara Edu mengikat tangan dan kaki dari Joni dan menyeret sampai ke atas mobil.

Korban Yakobus Kato kemudian diseret oleh Yan hingga ke atas mobil, diikuti oleh Emerensiana Elo yang dipaksa untuk naik ke mobil.

Baca Juga:
Tiga korban ini kemudian dibawa dengan mobil dari Dusun Amkeun, Desa Loeram, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU menuju ke Dusun Oetfo, Desa Bani Bani, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka.

Dalam perjalanan, korban Joni kembali dianiaya oleh Yan, Edu dan Maksi. Mereka menampar, meninju dan menendang Joni hingga tiba di Dusun Oetfo, Desa Bani Bani, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka.

Saat tiba di rumah milil Yan di Kabupaten Malaka, korban Joni dan Yakobus Kato kembali dianiaya oleh keluarga terlapor yang sama sekali tidak dikenal dengan menampar.

Minggu malam. Kepala Desa Bani Bani melaporkan dugaan penyekapan dan p penganiayaan ini ke Polsek Sasitamean, Polres Malaka.

Polisi langsung mendatangi kediaman Yan di Dusun Oetfo, Desa Bani Bani, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka.

Polisi pun mengamankan sementara tiga korban ke Polsek Sasitamean.

Baca Juga:
Polsek Sasitamean kemudian berkoordinasi dengan Polsek Insana, Polres TTU. Ketiga korban dibawa ke Puskesmas Kaputu untuk visum dan perawatan medis.

Masalah keluarga

Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar yang dikonfirmasi pada Senin (23/2/2026) membenarkan kejadian ini.

"Bukan penyekapan tapi lebih pada masalah keluarga yang berujung penganiayaan," ujar Kapolres.

Kapolres menyebutkan kalau korban Joni menikahi saudari perempuan dari terduga pelaku.

Salah satu ipar Joni (kakak dari istrinya) yang bekerja di Malaysia rutin mengirim uang untuk kerabat di Malaka melalui Joni.

Baca Juga:
Namun keberadaan uang kiriman dari Malaysia ini tidak jelas. Joni dinilai tidak jujur dan transparan sehingga kerabat istrinya dari Kabupaten Malaka marah sehingga mendatangi Joni.

Kebetulan saat datang ke rumah Joni di Kabupaten TTU ada juga ibu Joni, Emeremsiana Selo sehingga ikut menjadi korban karena dinilai ikut campur dalam persoalan ini.

"Sempat ada perlawanan (di rumah korban) dan ada juga warga Malaka (terlapor) yang terluka saat itu," tambah Kapolres.

Saat itu, kerabat dari istri Joni dari Kabupaten Malaka mendatangi Joni untuk menanyakan kiriman uang dari Malaysia. Joni diduga menghabiskan uang kiriman tersebut dan tidak menyerahkan ke kerabat istrinya di Kabupaten Malaka.

Namun pihak Polsek Sasitamean sudah menerima laporan dan mengamankan tiga korban sambil berkoordinasi dengan Polsek Insana.

"Kapolsek Sasitamean sudah koordinasi dengan Polsek Insana karena kejadian awalnya di wilayah hukum Polsek Insana," ujar Kapolres.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Hujan Deras Rendam Sejumlah Rumah di Belu dan Lahan Pertanian Tergenang Air

Hujan Deras Rendam Sejumlah Rumah di Belu dan Lahan Pertanian Tergenang Air

Tukang Ojek di Malaka Ditemukan Tewas Gantung Diri

Tukang Ojek di Malaka Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sejumlah Remaja Pria di Flores Timur-NTT Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis dengan Ancaman Benda Tajam

Sejumlah Remaja Pria di Flores Timur-NTT Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis dengan Ancaman Benda Tajam

Pukul Warga Tanpa Sebab dan Video Viral di Medsos, Warga Batuplat-Kupang Diamankan Resmob Polda NTT

Pukul Warga Tanpa Sebab dan Video Viral di Medsos, Warga Batuplat-Kupang Diamankan Resmob Polda NTT

LBH APIK NTT Minta Polisi Tidak Main-Main Dengan Kejahatan Terhadap Perempuan dan Anak

LBH APIK NTT Minta Polisi Tidak Main-Main Dengan Kejahatan Terhadap Perempuan dan Anak

Tiga Korban Mati Mesin dan Hilang Kontak di Perairan Diu-Rote Ndao Ditemukan Selamat

Tiga Korban Mati Mesin dan Hilang Kontak di Perairan Diu-Rote Ndao Ditemukan Selamat

Komentar
Berita Terbaru