Senin, 06 April 2026

Wanita LC di Sikka Dipukul dan Dipaksa Tidur Dengan Tamu

Imanuel Lodja - Rabu, 18 Februari 2026 15:20 WIB
Wanita LC di Sikka Dipukul dan Dipaksa Tidur Dengan Tamu
net
Ilustrasi.

digtara.com -Para wanita yang menjadi Lady Companion (LC) di Pub Eltras, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menempuh jalur hukum dan mempolisikan pemilik Pub di Pub Eltras.

Baca Juga:

Mereka mengaku mengalami dugaan kekerasan fisik, mental, dan pemaksaan layanan seksual bila tak mau membayar denda.

Sebanyak 13 wanita ini sebelumnya berasal dari Jawa Barat (Bandung, Cianjur, Karawang, Purwakarta), berusia 17-26 tahun, dengan salah satunya mulai bekerja sejak usia 15 tahun.

Anak di bawah umur itu juga diduga direkrut menggunakan dokumen palsu. Seluruhnya merupakan rekrutan tahun 2023-2025.

Baca Juga:
Awalnya mereka diiming-imingi gaji Rp 8 juta per bulan, mess gratis, pakaian, dan fasilitas kecantikan.

Namun kenyataannya mereka harus membayar sewa mess Rp 300 ribu per bulan, hanya makan sekali sehari dan air mineral pun harus dibeli Rp 50 ribu dari karyawan pub.

Mereka juga dilarang keluar pub dengan denda berat seperti Rp 2,5 juta jika menolak melayani kebutuhan seksual tamu.

Denda lainnya seperti Rp 2,5 juta untuk adu mulut hingga Rp 5 juta bila merusak fasilitas.

M, salah seorang korban mengaku terjebak dalam sistem eksploitatif tersebut sehingga upah bersih yang sering mereka terima hanya ratusan ribu karena potongan kasbon yang manipulatif.

Kekerasan fisik juga mereka semua alami mulai dijambak, diludahi, ditampar, diseret, dipukul, dan dicekik hingga memar.

Baca Juga:
Salah satu korban, S, hampir diperkosa tapi diancam denda jika melawan.

Puncaknya pada 20 Januari 2026, S selaku salah satu korban mengirim pesan WhatsApp ke Suster Ika selaku Koordinator TRUK-F untuk meminta tolong. Ia mengungkap mendapat tekanan mental berat dan ketakutan.

Akhirnya korban lain ikut minta diselamatkan. Mereka juga memberi bukti chat WhatsApp, foto, dan video memperkuat pengakuan mereka.

Ada juga dugaan pemaksaan pengguguran janin dan kekerasan dari oknum, termasuk ancaman pistol oleh oknum polisi.

Mereka memohon bantuan agar dilaporkan ke Polres Sikka untuk diselamatkan sehingga Suster Ika berkoordinasi dengan polisi.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SMP di Kabupaten Sikka Direkonstruksi

Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SMP di Kabupaten Sikka Direkonstruksi

Tiga Pria Di Sikka Luka Berat Dianiaya Dengan Sajam

Tiga Pria Di Sikka Luka Berat Dianiaya Dengan Sajam

Truk Muatan Pasir Terbalik, Pemilik Kendaraan Tewas di Lokasi Kejadian

Truk Muatan Pasir Terbalik, Pemilik Kendaraan Tewas di Lokasi Kejadian

Mantan Kapolres Sikka Jadi Pelaksana Harian Direktur Resnarkoba Polda NTT

Mantan Kapolres Sikka Jadi Pelaksana Harian Direktur Resnarkoba Polda NTT

Jenazah Keenam PMI Asal Kabupaten Sikka-NTT Dipulangkan dari Malaysia

Jenazah Keenam PMI Asal Kabupaten Sikka-NTT Dipulangkan dari Malaysia

Ada Kebocoran Dek Kapal, KSOP Tidak Ijinkan KM Wismawatu II Angkut Penumpang di Kabupaten Sikka

Ada Kebocoran Dek Kapal, KSOP Tidak Ijinkan KM Wismawatu II Angkut Penumpang di Kabupaten Sikka

Komentar
Berita Terbaru