Wanita LC di Sikka Dipukul dan Dipaksa Tidur Dengan Tamu
digtara.com -Para wanita yang menjadi Lady Companion (LC) di Pub Eltras, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menempuh jalur hukum dan mempolisikan pemilik Pub di Pub Eltras.
Baca Juga:
Sebanyak 13 wanita ini sebelumnya berasal dari Jawa Barat (Bandung, Cianjur, Karawang, Purwakarta), berusia 17-26 tahun, dengan salah satunya mulai bekerja sejak usia 15 tahun.
Anak di bawah umur itu juga diduga direkrut menggunakan dokumen palsu. Seluruhnya merupakan rekrutan tahun 2023-2025.
Baca Juga:Awalnya mereka diiming-imingi gaji Rp 8 juta per bulan, mess gratis, pakaian, dan fasilitas kecantikan.
Namun kenyataannya mereka harus membayar sewa mess Rp 300 ribu per bulan, hanya makan sekali sehari dan air mineral pun harus dibeli Rp 50 ribu dari karyawan pub.
Mereka juga dilarang keluar pub dengan denda berat seperti Rp 2,5 juta jika menolak melayani kebutuhan seksual tamu.
M, salah seorang korban mengaku terjebak dalam sistem eksploitatif tersebut sehingga upah bersih yang sering mereka terima hanya ratusan ribu karena potongan kasbon yang manipulatif.
Kekerasan fisik juga mereka semua alami mulai dijambak, diludahi, ditampar, diseret, dipukul, dan dicekik hingga memar.
Baca Juga:Salah satu korban, S, hampir diperkosa tapi diancam denda jika melawan.
Puncaknya pada 20 Januari 2026, S selaku salah satu korban mengirim pesan WhatsApp ke Suster Ika selaku Koordinator TRUK-F untuk meminta tolong. Ia mengungkap mendapat tekanan mental berat dan ketakutan.
Akhirnya korban lain ikut minta diselamatkan. Mereka juga memberi bukti chat WhatsApp, foto, dan video memperkuat pengakuan mereka.
Mereka memohon bantuan agar dilaporkan ke Polres Sikka untuk diselamatkan sehingga Suster Ika berkoordinasi dengan polisi.
Baca Juga:
Akses Terbatas, Warga Korban Gempa di Pulau Palu'e-Sikka Dievakuasi Pakai Helikopter
Wapres Kunjungi Flores-NTT Bertemu Korban dan Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka
KP Kasturi 6002 ke Sikka Antar Bansos Ke Pulau Palu'e dan Evakuasi Pengungsi
Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Temui Pengungsi Gempa di Gelora Samador Maumere
Pemerintah-Polri Data Warga Korban Gempa Flores dari Rumah Ke Rumah