Minggu, 15 Februari 2026

Jembatan Penyeberangan Buatan Warga di Alak-Kota Kupang Roboh Diduga Imbas Galian Saluran Limbah Perumahan SPC Alak

Imanuel Lodja - Minggu, 15 Februari 2026 10:45 WIB
Jembatan Penyeberangan Buatan Warga di Alak-Kota Kupang Roboh Diduga Imbas Galian Saluran Limbah Perumahan SPC Alak
ist
Jembatan penghubung rusak diterjang banjir sehingga menyulitkan akses warga

digtara.com -Jembatan yang dibangun secara swadaya oleh warga di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT roboh pada Sabtu (14/2/2026) pagi.

Baca Juga:

Jembatan yang terletak di RT 023/RW 003, Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak ini merupakan jembatan penyeberangan yang memudahkan akses dan aktivitas warga setempat.

Jembatan kayu penyeberangan buatan warga yang roboh berada di tempat rencana pembuatan gorong-gorong di lokasi pembuangan air limbah dari perumahan SPC Alak.

Robohnya jembatan penyeberangan ini disebabkan karena hujan dengan intensitas yang tinggi dan durasi cukup lama.

Baca Juga:
Akibat kejadian tersebut warga terdampak yakni dua kepala keluarga yakni Dominggus Leosae bersama istri dan ponakan serta Paulus Toineno bersama istri dan anak tidak memiliki akses untuk keluar rumah dikarenakan tidak adanya akses selain tempat tersebut.

Awalnya tidak ada lokasi galian tersebut yang mengakibatkan tergerusnya dan terputusnya jalan tersebut.

Namun pada tahun lalu 2025, pihak developer perumahan SPC Alak kesulitan dengan pembuangan air limbah dari perumahan.

Mereka kemudian membeli lokasi tanah milik Bahrun dan membuat galian menggunakan excavator.

Penggalian itu bertujuan akan dipasang gorong-gorong guna pembuangan air limbah perumahan saat hujan bisa lancar.

Namun setelah membuat galian lubang pembuangan air limbah sepanjang kurang lebih 50-an meter dari samping perumahan SPC, dan lebar galian sekira 6 meter dan kedalaman sekira 4 meter, tidak dilakukan pemasangan gorong-gorong atau pembuatan saluran yang bagus.

Baca Juga:
Hal ini menyebabkan ketika hujan turun terjadi kikisan tanah yang mengakibatkan longsor tanah.

Galian tersebut semakin membesar dan lebar mengakibatkan jembatan kayu yang dibuat oleh warga dengan menggunakan bahan kayu untuk akses jalan warga terganggu

Hujan lebat sejak Jumat (13/2/2026) hingga Sabtu (14/2/2026) pagi menyebabkan jembatan kayu tersebut roboh.

Pada saat Liska Toineno hendak menyeberang, terjadi longsor dan jembatan pun roboh.

Beruntung Liska Toineno tidak terseret dan terbawa arus air.

Warga terdampak, Dominggus Leosae telah membuat laporan dokumentasi ke grup RT 023 dan direspon oleh Lurah Penkase Oeleta dengan mendatangi lokasi.

Baca Juga:
Lurah juga langsung menelepon pihak developer perumahan SPC Alak agar turun ke lokasi guna mencari solusi terbaik bagi warga dan lingkungan.

Namun hingga Sabtu siang, belum ada pihak developer perumahan SPC Alak yang turun lokasi serta mencari solusi terbaik.

Untuk diketahui juga bahwa jalan tersebut merupakan akses buat anak-anak warga RT 23 Kelurahan Penkase Oeleta yang bersekolah di SMP Negeri 14 dan SMA Negeri 8 Alak, Kota Kupang.

Akibat terputusnya akses terbaru anak-anak dan warga harus memutar jauh lagi untuk ke sekolah.

Hiro, penanggung jawab Perumahan SPC Alak mengaku kalau pimpinannya sudah langsung turun ke lokasi pasca kejadian ini.

"Bos sudah turun ke lokasi dan sudah bertemu warga. Sudah menjelaskan kepada warga mengenai galian saluran itu," ujarnya pada Sabtu petang.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polsek Alak Gelar Perkara Tuntaskan Kasus Pencurian Barang Berharga oleh Residivis

Polsek Alak Gelar Perkara Tuntaskan Kasus Pencurian Barang Berharga oleh Residivis

Mobil dan Tempat Usaha Tertimpa Pohon Tumbang di Kupang

Mobil dan Tempat Usaha Tertimpa Pohon Tumbang di Kupang

Air Meluap, Mobil Pengawal Bupati Kupang Terseret Arus Banjir di Kali Siumate

Air Meluap, Mobil Pengawal Bupati Kupang Terseret Arus Banjir di Kali Siumate

Cabuli Anak Dibawah Umur, Sopir Angkot di Kota Kupang Terancam 15 Tahun Penjara

Cabuli Anak Dibawah Umur, Sopir Angkot di Kota Kupang Terancam 15 Tahun Penjara

Undana Apresiasi Alumni Lolos SIPSS, Rektor Pesan Jaga Nama Baik Almamater dan Terus Berdampak

Undana Apresiasi Alumni Lolos SIPSS, Rektor Pesan Jaga Nama Baik Almamater dan Terus Berdampak

IRT di Kupang Terluka daat Kompor Meledak

IRT di Kupang Terluka daat Kompor Meledak

Komentar
Berita Terbaru