Jalur Vital Trans Flores Tertutup Tanah Longsor dan Bongkahan Batu
digtara.com -Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Ende, NTT kembali memicu bencana.
Baca Juga:
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 07.00 Wita tersebut sempat membuat jalur transportasi Ende-Bajawa tersendat.
Material longsor menutupi sebagian badan jalan negara membuat kendaraan besar bermuatan berat sempat tertahan karena ruang gerak yang sempit.
Baca Juga:
personel Polsek Nangapanda langsung turun ke lapangan.
Dibawah guyuran cuaca yang belum menentu, polisi bersama warga setempat bahu-membahu membersihkan material longsoran dengan peralatan seadanya.
Selain itu juga melakukan rekayasa lalu lintas di lokasi guna mencegah kemacetan total serta memasang tanda peringatan bahaya di titik-titik rawan bagi para pengemudi.
Tiga jam pasca pembersihan oleh kepolisian dan masyarakat, lalu lintas pun kembali normal.
Baca Juga:Semua jenis kendaraan mulai dari roda dua hingga kendaraan berat (roda delapan) sudah bisa melintasi jalur tersebut kembali.
Meski jalan sudah bisa dilalui, sebuah batu berukuran besar masih berada di bahu jalan dan menunggu evakuasi menggunakan alat berat.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati. Kondisi cuaca saat ini sangat fluktuatif dan potensi longsor susulan masih mungkin terjadi di titik-titik rawan," ujar Kapolsek Nangapanda pada Selasa (3/2/2026).
Dapur Lapangan Brimob NTT Siapkan Makanan Untuk Korban Gempa di Nagekeo
Penyidik Reskrim Polres Lembata Limpahkan Kasus Penganiayaan Pada Anak ke Kejaksaan
Hari Ketujuh Gempa NTT, Tim SAR Gabungan Evakuasi Udara Dua Korban Kritis di Manggarai Timur
Wapres Kunjungi Flores-NTT Bertemu Korban dan Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka
6.399 Unit Fasilitas dan Rumah Warga di Manggarai Barat Rusak Pasca Gempa, Korban Jiwa dan Pengungsi Mencapai 1.580 Orang