Kamis, 14 Mei 2026

Konflik Batas Negara dan Takut Dibunuh Jadi Alasan WNA Uganda Kabur ke Australia Melalui Rote Ndao

Imanuel Lodja - Rabu, 04 Februari 2026 09:13 WIB
Konflik Batas Negara dan Takut Dibunuh Jadi Alasan WNA Uganda Kabur ke Australia Melalui Rote Ndao
ist
Ronal, WNA asal Uganda saat diamankan anggota Polres Rote Ndao

digtara.com -RMM alias Ronal (40), Warga Negara Asing (WNA) asal negara Uganda masih diamankan di Polres Rote Ndao sejak Senin (2/2/2026).

Baca Juga:

Ronal yang mengantongi nomor pasport A0017084 memilikk sejumlah alasan masuk ke Australia melalui perairan Rote Ndao, NTT.

Dalam keterangannya kepada polisi di Polres Rote Ndao, Ronal mengaku masuk ke Australia tidak melalui jalur resmi karena tidak memiliki uang yang cukup untuk berangkat ke Australia sehingga memilih melalui jalur ilegal.

Ia mengaku pergi ke negara Australia karena ada salah satu keluarganya yang tinggal di Kota Perth-Australia.

Baca Juga:
Selain itu ia terpaksa datang ke Indonesia untuk perlindungan diri.

Ronal beralasan kalau negaranya ingin membunuh mereka karena masalaj tanah.

Tanah milik mereka berada di daerah perbatasan yang diklaim oleh Uganda dan Yordania Selatan karena di tanah tersebut terdapat kandungan emas didalamnya, sehingga terjadi perang besar-besaran untuk memperebutkan wilayah tersebut.

Warga yang tinggal di lokasi tersebut ingin dihancurkan dan dimusnahkan. Ia mengaku sudah banyak warga mati dibunuh.

Pada 20 November 2025 lalu, Ronal berangkat dari negara asalnya Uganda-Afrika ke Malaysia dan tinggal selama kurang lebih 3 minggu

Awal Desember 2025, ia berangkat dari Malaysia ke Indonesia dan masuk melalui Bandar Udara Ngurah Rai Bali dan tinggal selama dua hari di Bali.

Baca Juga:
Masih di awal bulan Desember, Ronal berangkat dengan bus ke Jakarta dan tinggal selama empat hari di Jakarta.

Setelah itu ia berangkat dari Jakarta ke Papua menggunakan pesawat melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta dan tinggal di Papua selama kurang lebih dua minggu.

Pada 27 Desember 2025, ia berangkat dari Papua ke Jakarta menggunakan kapal feri dan tiba di Jakarta pada 3 Januari 2026. Ia tinggal di Jakarta selama kurang lebih dua minggu.

Selanjutnya, 17 Januari 2026, Ia berangkat menggunakan bus dari Jakarta ke Surabaya.

Hingga keesokan harinya, Ronal berangkat ke Kupang, NTT menggunakan pesawat dan menginap selama satu malam.

Pada 18 Januari 2026, Ronal berangkat dari Kupang ke Rote Ndao menggunakan kapal dan tinggal di Hotel Videsy sampai dengan ia diamankan pada Senin, 2 Februari 2026.

Baca Juga:
Keberadaan Ronal diketahui dari informasi dari seorang nelayan asal Desa Fuafuni yang menyampaikan keberadaan Ronal di Desa Fuafun mencari kapal untuk memancing.

Ronal berjanji akan membayar Rp 1.500.000. Saat itu nelayan membawanya ke atas kapal miliknya, lalu meminta uang panjar untuk membeli solar.

Namun Ronal menolak. Ia beralasan setelah pulang memancing baru meberikan uang sewa kapal Rp 1.500.000.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Perkuat Sinergi Pengamanan Lapas, Kapolres Rote Ndao Sambangi Ditjenpas NTT

Perkuat Sinergi Pengamanan Lapas, Kapolres Rote Ndao Sambangi Ditjenpas NTT

Pencuri dan Anjing Hasil Curian Ditangkap Tim Resmob Polres Kupang

Pencuri dan Anjing Hasil Curian Ditangkap Tim Resmob Polres Kupang

Cek Disiplin dan Kinerja Anggota, Propam Polres Rote Ndao Sidak Ke Polsek Jajaran

Cek Disiplin dan Kinerja Anggota, Propam Polres Rote Ndao Sidak Ke Polsek Jajaran

Bangunan Panti Asuhan di Kupang Terbakar

Bangunan Panti Asuhan di Kupang Terbakar

Enam Bulan Kabur, DPO Kasus Tabrak Lari di Rote Ndao Ditangkap Resmob Polda NTT dan Anggota Polres Rote Ndao

Enam Bulan Kabur, DPO Kasus Tabrak Lari di Rote Ndao Ditangkap Resmob Polda NTT dan Anggota Polres Rote Ndao

Temui Uskup Agung Kupang, Kapolres Kupang Minta Dukungan Gereja Jaga Kamtibmas

Temui Uskup Agung Kupang, Kapolres Kupang Minta Dukungan Gereja Jaga Kamtibmas

Komentar
Berita Terbaru