Pemuda di Sikka Tewas Tersengat Listrik Saat Isi Token
digtara.com -Seorang pria muda bernama MM (31) ditemukan meninggal dunia secara tragis di kawasan persawahan Kuru, Dusun Tanahbeta, Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka pada Kamis (22/1/2026) siang.
Baca Juga:
Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 Wita ketika korban yang sejak pagi membajak sawah miliknya, beranjak menuju sebuah pondok di sekitar lokasi persawahan.
Korban diketahui merupakan warga Dusun Magendero, Desa Magepanda, dan sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta sekaligus petani.
Baca Juga:Sekitar pukul 09.00 Wita, korban terlebih dahulu berangkat ke sawah untuk membajak.
Menjelang tengah hari, YR (59) yang merupakan ayah kandung korban, datang ke lokasi sawah untuk menyerahkan nomor token listrik.
Usai menerima nomor token tersebut, korban langsung menuju rumah pondok milik WN (42) yang di dalamnya terdapat meteran listrik, dengan jarak kurang lebih 20 meter dari area persawahan.
Dalam kondisi kritis, korban masih sempat memanggil ayahnya yang berada di sekitar lokasi.
Mendengar teriakan tersebut, sang ayah segera bergegas mendekati pondok.
Baca Juga:Ia mendapati anaknya tergeletak di lantai, sementara meteran listrik yang semula terpasang di dinding telah terlepas dan berada di atas paha kiri korban.
Dalam kondisi sekarat, korban sempat mengucapkan kalimat yang menggetarkan hati, "Bapa, habis sudah saya, saya mati."
Berupaya menyelamatkan nyawa anaknya, sang ayah mengambil sebatang kayu untuk menjauhkan aliran listrik dari tubuh korban.
Tak lama kemudian, sang ayah kembali ke lokasi bersama sejumlah warga.
Sayangnya, saat itu korban telah dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Baca Juga:Peristiwa tersebut sontak mengundang kepanikan dan duka mendalam bagi keluarga serta warga sekitar.
Pihak keluarga kemudian menghubungi piket SPKT Polsek Alok untuk melaporkan kejadian tersebut.
Sebelum tim tiba di lokasi, TKP telah terlebih dahulu diamankan oleh Kabag SDM Polres Sikka, AKP Susanto bersama personel Pospam Ndete.
Pihak kepolisian memastikan bahwa kejadian tersebut murni merupakan musibah kecelakaan, dan tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana.
Baca Juga:Keluarga korban pun telah menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah dan secara resmi membuat surat pernyataan penolakan otopsi.
Jenazah MM disemayamkan di rumah duka di Dusun Magendero, Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka.
Suasana duka menyelimuti keluarga dan warga sekitar, yang masih tak menyangka kepergian korban secara mendadak dan tragis.
Dua Rumah Warga Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan di Kabupaten Sikka
Rumah Warga Sikka Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
Upah Tidak Jelas, Pekerja THM di Sikka-NTT Minta Perlindungan Polisi
100 Persen Sekolah SMA Sederajat di Sumut Kini Teraliri Listrik dan Internet, Dorong Digitalisasi Pendidikan
Tersangka Penangkap Penyu di Sikka Dilimpahkan Ke Jaksa