Remaja di Amfoang Barat Laut-Kupang Temukan Ayahnya Tewas Tenggelam dalam Sungai
digtara.com -Tayersi Takaeb (15), remaja di Desa Honuk, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang menemukan ayahnya, Yermias Takaeb (53) tewas tenggelam di sungai.
Baca Juga:
Korban Yermias Takaeb pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya dalam kondisi tubuh terlentang di dalam sungai, dengan kepala berada di celah lubang batu dan hanya bagian kaki yang terlihat dari permukaan air.
Peristiwa ini bermula pada Rabu (15/1/2026) pagi sekitar pukul 08.00 Wita, saat korban berpamitan kepada keluarga untuk memperbaiki pipa air yang biasa digunakan sehari-hari.
Baca Juga:Namun hingga beberapa waktu kemudian, korban tidak juga kembali ke rumah.
Merasa khawatir, istri korban, Silpa Akulas (48) kemudian menyusul ke lokasi sungai yang menjadi tempat penampungan air bersih keluarga.
Setibanya di lokasi, Silpa Akulas tidak menemukan korban, namun hanya mendapati sandal dan parang milik korban berada di sekitar sungai.
Anak korban segera mendahului menuju sungai untuk mencari korban, disusul oleh ibunya.
Sesampainya di lokasi, Tayersi Takaeb menemukan ayahnya berada di dalam sungai dalam kondisi tidak bergerak.
Baca Juga:Penemuan tersebut segera diberitahukan kepada sang ibu, yang kemudian masuk ke dalam sungai dan mengangkat korban ke permukaan.
Sekitar pukul 10.00 Wita, Nelson Tabelak tiba di lokasi dan bersama beberapa warga lainnya membantu mengevakuasi korban ke rumah duka.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis dari Puskesmas Amfoang Barat Laut, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Ada juga luka pada mata kiri, memar pada bagian depan kaki kanan dan kiri, lecet pada bagian luar mata kaki kanan dan mulut korban mengeluarkan busa.
Petugas memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari dua jam sebelum ditemukan.
Baca Juga:Secara umum, kondisi anggota tubuh lainnya tampak normal tanpa tanda fraktur atau kekerasan.
Penanganan dipimpin oleh Waka Polsek Amfoang Utara, Ipda Hironimus Neni didampingi Ps Kanit Intelkam Aipda Simson D. Selan, Ps Kanit Reskrim Aipda Melkisedek Taunu, Bhabinkamtibmas Desa Honuk Aipda Johanis G. Lerik, Ps. KSPKT III Aipda Budi Prabowo, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Naikliu Aipda Fidelis H. Kotan.
Selain melakukan olah TKP dan mengumpulkan bahan keterangan dari saksi-saksi, petugas juga menghadirkan tenaga medis Meti dari Puskesmas Amfoang Barat Laut untuk pemeriksaan awal terhadap jenazah korban.
Baca Juga:Dari keterangan pihak keluarga, diketahui bahwa korban pernah menderita penyakit epilepsi, meskipun sudah hampir dua tahun terakhir tidak mengalami kekambuhan.
Jarak antara rumah korban dan lokasi kejadian sekitar 200 meter, dengan kedalaman air sungai sekitar 70 centimetet dan lebar sekitar 1,5 meter.
Di sekitar sungai terdapat bebatuan besar yang sebagian ditumbuhi lumut.
Jenazah korban langsung dijemput pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka dan dimakamkan.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Oemolo dan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga:
KM Tanjung Harapan 03 Tenggelam di Perairan Larantuka-Tobilota Flores Timur
Dukung Pembangunan Rumah Pastori II GMIT Hosana Sungkaen, Walikota Kupang Bantu Rp 50 juta
Remaja Pria di Kupang Terseret Banjir, Ditemukan Sudah Meninggal Dunia
Polisi di Amfoang Utara-Kupang Bantu Siswa Seberangi Sungai Saat Pulang Sekolah
Intensifkan Program Kamis-an, Kapolsek Amfoang Timur Bina Para Siswa di Wilayah Perbatasan