Selasa, 03 Maret 2026

Bahu Jalan di Ende Terkikis Banjir

Imanuel Lodja - Rabu, 14 Januari 2026 14:00 WIB
Bahu Jalan di Ende Terkikis Banjir
ist
Pengikisan bahu jalan di Kabupaten Ende akibat banjir dan hujan

digtara.com -Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga:

Salah satunya adalah terkikisnya bahu jalan lintas Trans Utara Welamosa–Maukaro akibat curah hujan tinggi di Kabupaten Ende.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Maumeri, Desa Wewaria, Kecamatan Wewaria, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin (12/1/2026).

Hasil monitoring menunjukkan bahu jalan sepanjang kurang lebih 100 meter mengalami pengikisan akibat derasnya aliran air dari sungai di sekitar lokasi.

Baca Juga:
Polda NTT mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra menjelaskan bahwa lokasi jalan yang berdekatan dengan aliran kali menjadikan ruas tersebut sangat rentan mengalami kerusakan saat hujan dengan intensitas tinggi.

"Cuaca masih tidak menentu dan berpotensi hujan lebat. Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan dan warga yang tinggal di daerah rawan banjir, untuk selalu waspada terhadap kemungkinan longsor dan banjir susulan," ujar Kombes Pol. Henry pada Rabu (14/1/2026).

Meski mengalami kerusakan, ruas jalan tersebut masih dapat dilalui sementara oleh kendaraan roda dua, roda empat, roda enam, maupun pejalan kaki dengan memanfaatkan bahu jalan yang tersisa.

Namun, kondisi jalan yang sempit dan licin mengharuskan pengendara untuk melintas dengan kecepatan rendah dan penuh kehati-hatian.

Personel Polsek Wewaria telah diterjunkan ke lokasi guna melakukan pengamanan dan pencegahan kecelakaan.

Baca Juga:
Polisi juga memasang garis polisi (police line) sebagai tanda peringatan bagi pengguna jalan.

Kabid Humas Polda NTT juga menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat agar menghindari melintas di ruas jalan rawan longsor saat hujan lebat.

Tidak berhenti atau beraktivitas terlalu lama di sekitar bantaran sungai.

Warga yang tinggal di daerah rawan banjir diminta untuk selalu siap melakukan evakuasi mandiri.

Tidak melakukan pungutan liar atau memanfaatkan situasi darurat di lokasi terdampak.

Selalu memantau informasi cuaca dari instansi resmi.

"Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami meminta seluruh pihak untuk saling bekerja sama, mematuhi imbauan petugas, dan segera melaporkan apabila terjadi perkembangan situasi yang membahayakan," tegas Kombes Pol. Henry.

Polda NTT terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Ende serta instansi terkait untuk memantau kondisi jalan dan melakukan langkah-langkah penanganan lanjutan demi menjaga kelancaran arus transportasi dan keselamatan masyarakat.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Di Ende, Polantas Sapa Warga dengan Berpatroli Sambil Bagikan Menu Sahur

Di Ende, Polantas Sapa Warga dengan Berpatroli Sambil Bagikan Menu Sahur

Tim Visa Kemenhaj Lembur Hingga Waktu Sahur, Pemvisaan Jemaah Haji Capai 162 Ribu Target Rampung Awal Maret

Tim Visa Kemenhaj Lembur Hingga Waktu Sahur, Pemvisaan Jemaah Haji Capai 162 Ribu Target Rampung Awal Maret

Makassar Dikepung Banjir, 545 Warga Mengungsi

Makassar Dikepung Banjir, 545 Warga Mengungsi

Gandeng IPB University, Kemenhaj Perkuat Penyusunan Cetak Biru Ekosistem Ekonomi Haji

Gandeng IPB University, Kemenhaj Perkuat Penyusunan Cetak Biru Ekosistem Ekonomi Haji

Cegah Konsumsi Narkoba, Ratusan Anggota Polres Ende Ikut Tes Urine

Cegah Konsumsi Narkoba, Ratusan Anggota Polres Ende Ikut Tes Urine

Hujan Deras Rendam Sejumlah Rumah di Belu dan Lahan Pertanian Tergenang Air

Hujan Deras Rendam Sejumlah Rumah di Belu dan Lahan Pertanian Tergenang Air

Komentar
Berita Terbaru