Begini Peran Empat Senior Prada Lucky Namo Saat Mabuk Miras dan Aniaya Korban
Baca Juga:
Menariknya, Petrus awalnya menolak pengakuan bahwa ia mengonsumsi minuman keras.
Namun setelah majelis hakim memintanya membaca ulang berita acara pemeriksaan (BAP), ia akhirnya mengaku menenggak satu botol moke pada sore hari sebelum kejadian.
Baca Juga:Terdakwa keempat, Pratu Aprianto Rede Radja, mengaku datang paling akhir ke rumah kuning, sekitar pukul 02.30 Wita.
"Saya lihat sudah ada senior yang memberikan pengarahan. Saya dilarang memukul tangan kosong, jadi saya ambil selang dan cambuk punggung dua korban," tuturnya.
Aprianto juga membantah tuduhan bahwa ia menyulut api rokok ke tubuh korban, namun Oditur menegaskan adanya perubahan keterangan dibandingkan BAP.
Pukulan lain juga terungkap. Aprianto, yang mengaku atlet tinju sejak 2016, memahami titik vital tubuh namun tetap memberikan aperkat ke perut Prada Lucky.
"Usai saya pukul, saya suruh sit-up," ucapnya.
Baca Juga:Di tengah berbagai penyangkalan terdakwa, Oditur Militer menegaskan bahwa keterangan para terdakwa atas kematian Prada Lucky dalam BAP tetap menjadi bagian penting pembuktian.
Divonis Pecat dari Kesatuan TNI AD, 22 Penganiaya Prada Lucky Ajukan Banding
Hujat Istri dan Tidak Beri Nafkah, Pelda Christian Namo Diproses Hukum dan Ditahan
Pelda Christian Namo Ayah Kandung Prada Lucky Dijemput dan Ditahan
22 Penganiaya Anaknya Dipecat, Ibu Prada Lucky Namo Bersyukur
Lebih Rendah Dari Tuntutan Oditur Militer, Dankipan A Yon TP 834/WM Nagekeo Divonis 8 Tahun Penjara