Pengadilan Agama di Kupang Tolak Permohonan Isbat Rukyat Karena Hilal Tak Terlihat
digtara.com -Pengadilan Agama Kupang menolak permohonan isbat kesaksian rukyat hilal awal Syawal 1447 Hijriah yang diajukan Kementerian Agama Nusa Tenggara Timur, Kamis (19/3/2026).
Baca Juga:
Permohonan diajukan oleh Plt Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag NTT, Achmad Alkatiri.
Dalam amar penetapannya, hakim menyatakan permohonan tidak dapat diterima karena tidak adanya kesaksian yang menyatakan hilal terlihat di wilayah Kupang.
Baca Juga:"Tidak ada satu pun perukyat yang melihat hilal, maka permohonan dinilai tidak memiliki dasar," demikian pertimbangan hakim dalam sidang.
Kegiatan rukyat hilal telah dilaksanakan pada Kamis (19/3/2026) pukul 16.00 WITA di rooftop gedung BMKG Kupang.
Para perukyat yang hadir telah menyampaikan laporan hasil pengamatan, namun seluruhnya menyatakan hilal tidak terlihat, baik secara kasat mata maupun melalui metode pengamatan lainnya.
Permohonan isbat tersebut sebelumnya diajukan secara elektronik melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) pada 10 Maret 2026.
Selain menolak permohonan, pengadilan juga membebankan biaya perkara kepada pemohon sebesar Rp 160 ribu, yang terdiri dari biaya PNBP Rp 50 ribu, biaya proses Rp 100 ribu, dan meterai Rp 10 ribu.
Baca Juga:Putusan ini dibacakan pada hari yang sama, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah, dan dihadiri langsung oleh pemohon di ruang sidang Pengadilan Agama Kupang.
Anggota Polres dan Bhayangkari Polres Kupang Bersama TNI Sumbang 150 Kantong Darah
Sejumlah Pemuda di Kota Kupang Diamankan Polisi Saat Ugal-ugalan di Jalan Raya
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang Temui Bupati Sabu Raijua dan Unsur Terkait
Respon Keluhan Warga, Polda NTT Pastikan Tak Ada Pengurangan Isi Gas
Modus Jual Tiket Palsu, Calo Tiket di Kupang Diamankan Tim URC Resmob Polda NTT