Selain Tuntutan Hukuman Sembilan Tahun, Dua Perwira TNI Penyiksa Prada Lucky Namo Juga Dituntut Dipecat Dari TNI AD
digtara.com -Oditur Militer menuntut dua perwira-- Letda Made Juni Artadana dan Letda Achmad Thariq Singajuru dipidana penjara sembilan tahun penjara.
Baca Juga:
Selain tuntutan hukuman penjara, dua terdakwa kasus kematian Prada Lucky Namo ini juga dituntut dengan hukuman tambahan dipecat dari kesatuan TNI AD.
Made Juni adalah terdakwa 8 dan Singajuru adalah terdakwa 16 dalam berkas perkara kedua, dengan nomor 41-K/PM.III-15/AD/X/2025.
Tuntutan keduanya dibacakan dalam sidang tuntutan 17 terdakwa penyiksa Prada Lucky dan Prada Richard di Pengadilan Militer III-15 Kupang, Rabu (10/12/2025).
Baca Juga:
Oditur Militer, membacakan tuntutan 17 terdakwa satu per satu disaksikan keluarga almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo dan Prada Richard J. Bulan juga menghadiri sidang tuntutan ini.
Kedua perwira ini mendapat hukuman lebih tinggi dari pada pratu lainnya yang hanya dituntut enam tahun penjara dengan hukuman tambahan dipecat.
"Hukuman pidana sembilan tahun dikurangi masa penahanan sementara dan hukuman tambahan dipecat dari dinas TNI AD," ujar oditur, Mayor Chk Wasinton Marpaung dalam sidang tuntutan ini.
Oditur Militer menyebut para penyiksa Prada Lucky hingga tewas ini melanggar Pasal 131 dan telah terbukti secara sah dan meyakinkan dengan sengaja menyakiti dan menyebabkan kematian sesuai dakwaan primer tersebut.
Baca Juga:
Para terdakwa terpenuhi unsur tindak pidana secara bersama-sama atau perseorangan. Unsur lainnya adalah tindak pidana ini dilakukan sendiri atau dengan kerja sama secara sadar. Para terdakwa saling mengenal terhadap korban dan menganiaya mereka secara langsung dan menggunakan alat.
Hal yang memberatkan tuntutan ini adalah para terdakwa melanggar etik, merusak citra TNI, membuat keluarga korban Prada Lucky menderita. Sementara hal yang meringankan dalam terdakwa menyesal, tidak pernah didisiplinkan sebelumnya dalam kasus apapun.
Terkait motif para terdakwa, penganiayaan ini dilakukan atas nama pembinaan karena merasa malu sebagai senior atas dugaan penyimpangan seksual yang juga belum terbukti.
Para terdakwa juga dikenai restitusi atas perbuatan terhadap korban yaitu sebesar Rp 544 juta dengan masing-masing menggantikan Rp 32 juta. Para terdakwa dikenai juga biaya persidangan.
Baca Juga:
"Terhadap terdakwa 8 dan 16, masing-masing Rp 20 ribu. dan kami mohon agar para terdakwa tetap ditahan dan kami minta sidang dilakukan atas tuntutan pada hari ini, Rabu 17 Desember 2025 untuk memutuskan," lanjut dia.
Sebelumnya, Prada Richard J. Bulan, saksi pertama sekaligus korban, mengaku dibawa ke ruang staf pers pada pukul 21.00 WITA, 28 Juli 2025, usai mendekam di ruang penyimpanan dengan tangan diborgol pada sebuah teralis menggunakan tali klem. Kejadian ini berlangsung sejak 07.00 WITA sejak Prada Lucky kabur dari barak.
Namun Nimrot memerintahkan Prada Egianus Kei yang satu leting dengan Prada Richard untuk melakukan hal itu. Hal ini berlangsung sekitar pukul 21.15 WITA.
"Dia perintah, 'kamu ke dapur ambil cabai, diulik, bawa kesini,' lalu saya disuruh telanjang," kata Prada Richard meniru perintah Made Juni.
Baca Juga:
Richard terpaksa menurunkan celana hingga lutut. Lalu Egianus, teman letingnya itu, diperintahkan Made Juni lagi untuk mengoleskan cabai di kemaluan dan duburnya.
415 Jembatan Rampung Dibangun, Satgas PRR Apresiasi Kerja Satgas Jembatan TNI AD
Empat Penganiaya Prada Lucky Hingga Tewas Dipecat, 18 Lainnya Lolos dari PTDH
DPO Kasus Pemerkosaan Lulus TNI AD, Dijemput Anggota Polres Flores Timur di Kabupaten Sikka
Jenazah Purnawirawan TNI AD Dipulangkan ke Timor Leste
Jenazah Purnawirawan TNI AD Ditemukan dDi Zona Bebas Perbatasan Indonesia-Timor Leste
Tidak Bertemu Langsung Dengan Ayah Prada Lucky Usai Jadi Tahanan TNI, Penasehat Hukum Ungkap Sejumlah Hal
Setubuhi Siswi SMA Hingga Hamil, Pria di Sumba Barat Daya Segera Disidangkan
Tiga Perwira Polres Kupang Dimutasi, Kapolres Minta Pejabat Bangun Kerjasama Dengan Semua Unsur
The Kaldera Festival 2026 di Danau Toba, Saat Seni dan Budaya Jadi Magnet Wisata
Kasus Penggelapan Tuntas, Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Yang Sempat Buron Diserahkan ke Kejaksaan
Dukung Kasus Dokter Icha Diusut Tuntas, Sanggar Suara Perempuan NTT Surati Kapolda NTT
Diduga Korsleting Pada Audio, Satu Unit Mobil Avanza Terbakar saat Melaju dari Kabupaten TTS
Ekosistem AI Home LG di IFA 2026, Rumah Pintar yang Bisa Menyesuaikan Gaya Hidup Penghuninya