Dua Warga di Kabupaten Sikka-NTT Mengaku Dianiaya Oknum Anggota Polri Dengan Popor Senjata
Baca Juga:
Pelaku dan senjata dinas kini telah diamankan untuk proses pemeriksaan lanjutan.
Unit Propam Polres Sikka memastikan kasus ini diproses melalui mekanisme Disiplin/Kode Etik Profesi Polri, termasuk kemungkinan tindak pidana.
Baca Juga:Kombes Henry menegaskan bahwa tindakan pelaku tidak mencerminkan institusi, dan Polri tidak akan menutupi kesalahan anggota.
"Kami pastikan, setiap anggota yang melanggar, apalagi dalam kondisi mabuk dan melakukan kekerasan, akan diproses tegas tanpa kompromi. Polri hadir untuk melindungi, bukan menyakiti masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, Polri terus memperkuat pengawasan internal untuk mencegah kejadian serupa.
"Ini bukti bahwa sistem pengawasan internal berjalan. Propam hadir tidak hanya sebagai penindak, tetapi penjaga marwah institusi," tambah Kabidhumas.
Polda NTT juga mengajak masyarakat tidak ragu melapor jika melihat pelanggaran oleh anggota Polri.
Baca Juga:"Laporkan kepada kami. Polda NTT selalu terbuka dan siap menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat. Kami ingin membangun Polri yang humanis, transparan, dan dipercaya," tandas Kabid Humas.
Pengangkutan Puluhan Ekor Satwa Liar Digagalkan di Pelabuhan Maumere-Kabupaten Sikka
Selama Tahun 2025, Polda NTT Tangani 64 Kasus Perempuan dan Anak
Didominasi Konsumsi Miras, 346 Orang NTT Meninggal Akibat Lakalantas
Gangguan Kamtibmas di NTT Turun 22,5 Persen Dalam Operasi Lilin Turangga 2025 Hari Pertama
Masyarakat NTT Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem