Sering Ribut dan Mengganggu Tetangga, Sepasang Kekasih Diminta Pindah dari Tempat Kost
digtara.com -YE (24) dan kekasihnya EA (24), terpaksa diminta pindah dari tempat kost di Jalan Sabaat, RT 23/RW 11, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.
Baca Juga:
Gangguan dilaporkan oleh Ketua RT 23, Meli Tobing ke aparat keamanan. Ia mengaku sudah beberapa kali menghadapi situasi serupa dan memberikan peringatan kepada pasangan kekasih ini.
Namun, peringatan tersebut tidak membuahkan hasil signifikan, sehingga Meli Tobing memutuskan untuk melaporkan ke Bhabinkamtibmas agar mendapatkan penanganan lebih serius.
Baca Juga:Bhabinkamtibmas Kelurahan Liliba, Polsek Kota Raja, Polresta Kupang Kota, Bripka Andri Non secara proaktif menanganani kasus pertengkaran sepasang kekasih ini.
Polisi turun tangan karena kasus telah meresahkan tetangga sekitar dan lingkungan ini.
Kasus ini akhirnya diatasi melalui mediasi yang melibatkan berbagai pihak. Bripka Andri Non segera mendatangi lokasi kos tersebut.
Penghuni kos lain mengaku merasa terganggu dengan suara bentrok yang sering terdengar, terutama pada malam hari, yang mengganggu kenyamanan dan istirahat mereka.
Untuk menyelesaikan konflik secara damai, Bhabinkamtibmas mengadakan mediasi yang dihadiri juga oleh Ketua RW 15 dan pemilik kos.
Baca Juga:Selama mediasi, Bripka Andri Non memberikan pengertian tentang pentingnya menghormati ketertiban lingkungan tempat tinggal, serta konsekuensi hukum dan sosial dari hubungan yang tidak resmi.
Ia juga menyarankan agar keduanya segera meresmikan hubungan mereka melalui perkawinan resmi, jika memang ingin terus hidup bersama.
Namun, setelah mendengar penjelasan tentang riwayat pertengkaran yang berulang, pemilik kosan membuat keputusan untuk meminta YE dan EA mengosongkan kamar mereka dalam waktu dua hari.
Pemilik kosan juga menegaskan, bahwa aturan tempat tinggalnya melarang hubungan tidak resmi tanpa persetujuan tertulis.
Setelah melalui dialog yang intensif, kedua pelaku akhirnya menyadari kesalahan mereka dan sepakat untuk berdamai.
Baca Juga:Mereka juga menerima keputusan pemilik kosan dengan lapang dada, dan bersedia mencari tempat tinggal baru sesuai waktu yang ditentukan.
Keduanya berjanji untuk tidak akan mengulang lagi perbuatan mereka dan akan lebih saling menghargai. serta berkomunikasi dengan baik dalam menyelesaikan masalah di masa depan.
Ia mengimbau masyarakat untuk memprioritaskan komunikasi yang konstruktif dalam menyelesaikan konflik dan segera melaporkan kepada pihak berwenang, jika menemukan gangguan keamanan atau ketertiban di lingkungan sekitar.
"Kita mendorong masyarakat untuk hidup rukun dan saling menghormati. Jika ada masalah, sebaiknya diselesaikan melalui cara-cara damai dan sesuai aturan. Bhabinkamtibmas selalu siap membantu mediasi dan memberikan pendampingan kepada masyarakat," ungkap AKP Frids Mada pada Senin (17/11/2025).
Baca Juga:Mediasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menyelesaikan konflik secara damai dan meningkatkan keamanan serta ketertiban di wilayah Kelurahan Liliba dan sekitarnya.
Warga Merdeka-Kota Kupang Minta Dibangun Pos Polisi dan Respon Cepat Polisi Saat Ada Kejadian
Residivis Kasus Pembunuhan di Kupang Diamankan Tim Resmob Polda NTT
Berbagai Elemen Masyarakat di Kota Kupang Siap Jaga Stabilitas Keamanan
Puluhan Warga Datangi DPRD Kabupaten Kupang Pertanyakan Proses Bagi Anggota Dewan Terlibat Kekerasan Seksual
Dinkes Kabupaten Kupang Cek Dugaan Menu MBG Berulat