Warga Perumahan RSS Oesapa Dibacok dengan Parang
digtara.com -TAN, warga perumahan RSS Oesapa Kota Kupang dibacok oleh SJ dengan sebilah parang.
Baca Juga:
Penganiayaan ini terjadi pada Sabtu, (15/11/2025) dinihari di kawasan RSS Oesapa Blok C, RT 49/RW 16, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Peristiwa bermula ketika korban berada di rumahnya, kemudian terduga pelaku datang dan mengetuk pintu.
Saat korban membuka pintu, terduga pelaku langsung mengayunkan parang dan membacok korban satu kali, mengenai jari-jari tangan sebelah kiri korban.
Baca Juga:
"Karena terancam dan terluka, korban segera menghubungi Polisi RW 16 Kelurahan Oesapa, Bripka Eduardo Simoes, untuk melaporkan kejadian tersebut," ujar Kapolresta pada Sabtu siang
Polisi RW 16 segera mendatangi rumah korban dan memberikan pertolongan awal.
Bripka Eduardo Simoes kemudian membawa korban ke SPKT Polresta Kupang Kota untuk membuat laporan secara resmi.
Setelah memastikan korban dalam penanganan guna proses hukum lebih lanjut, Bripka Eduardo kembali ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan TKP dan mencari terduga pelaku.
Di lokasi, Bripka Eduardo berhasil mengamankan sebilah parang/klewang dengan panjang sekitar 60 centimeter, yang diduga digunakan terduga pelaku saat melakukan pembacokan.
Baca Juga:
Kasus ini kini ditangani oleh Polresta Kupang Kota.
Sementara polisi RW 16 terus melakukan koordinasi di lokasi kejadian agar situasi di lingkungan tetap kondusif.
Kapolresta Kupang Kota juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mudah melakukan tindak pidana dan atau pelanggaran, yang akan mempunyai konsekuensi hukum.
"Mari bersama kita menjaga keamanan yang kondusif ini, dan apabila terjadi permasalahan atau perselisihan segera menghubungi Ketua RT/RW setempat, tokoh masyarakat dan pemuda serta Polisi RW atau Bhabinkamtibmas, guna ditindaklanjuti sehingga tidak menimbulkan kerugian baik kepada diri sendiri maupun orang lain," pesan Kapolresta Kombes Djoko Lestari
Baca Juga:
Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang
Kabur Tiga Tahun Karena Kasus Penipuan dan Penggelapan, Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang Diamankan Polisi
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Sejumlah Gudang di Alak
Ditemukan Tersesat di Pasar, Polsii Bantu Pulangkan Seorang Lansia
Puluhan Keluarga di Takari Dapat Bansos dari Kapolda NTT
Pembangunan Pagar SDI Liliba Diprotes Warga, Polisi Dan Kelurahan Turun Tangan
HP Samsung Kini Makin Mudah Berbagi File, Begini Cara Menggunakan Quick Share
DJI Osmo Pocket 4P Resmi Hadir di Indonesia, Usung Dual Lens Pertama dan Rekam Video 4K 240fps
Juleha Demak Kompak Bayar Dam Tamattu di Tanah Air, Beri Manfaat yang Lebih Luas Bagi Masyarakat
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026: Delapan Tim Terbaik Siap Berebut Tiket Semifinal
Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang
Polisi Selidiki Tiga WNI diduga Fasilitasi Keberangkatan Belasan WNA Uzbekistan
Kabur Tiga Tahun Karena Kasus Penipuan dan Penggelapan, Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang Diamankan Polisi