Warga Benu-Kupang Ubah Miras Tradisional Sopi Jadi Gula Lempeng
digtara.com -Maria Aoetpah, ibu rumah tangga yang tinggal di Dusun 3, Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, NTT merasakan perubahan dalam hidupnya.
Baca Juga:
Saat ini ia merupakan pengrajin gula merah yang setiap hari sibuk mengaduk cairan nira di atas tungku besar sehingga merubah sopi menjadi gula merah atau gula lempeng.
Dulu, masyarakat Desa Benu memanfaatkan nira lontar untuk membuat sopi — minuman keras tradisional yang menjadi sumber penghasilan, tapi juga kerap menimbulkan masalah sosial.
Baca Juga:Kini, berkat pendampingan Bripka Gede Suta, Bhabinkamtibmas Desa Benu, warga mulai mengubah arah usaha mereka menjadi produksi gula merah atau gula lempeng, yang jauh lebih bernilai ekonomis dan menenangkan hati.
"Kalau buat sopi itu, satu drum nira butuh empat jerigen bimoli (5 liter) gula air, tapi hasilnya cuma cukup untuk kebutuhan harian. Sedangkan kalau nira itu diolah jadi gula lempeng, dari satu jerigen bimoli bisa menghasilkan seratus lebih lempeng gula. Hasilnya jauh lebih besar," tutur Mama Maria pada Selasa (11/11/2025).
Ia mengaku kini hidup jauh lebih damai dibanding masa-masa saat masih membuat sopi.
Sejak tahun 2019, Bripka Gede Suta aktif membina warga Desa Benu dengan pendekatan humanis dan edukatif.
Ia tidak datang untuk menindak, tetapi untuk memberikan alternatif usaha yang lebih menguntungkan dan legal.
Baca Juga:"Saya hadir di sini bukan untuk melarang, tapi untuk mengubah pola pikir masyarakat. Kalau nira diolah jadi gula lempeng, nilainya lebih tinggi dan dibutuhkan setiap hari. Sedangkan sopi hanya laku saat acara tertentu," jelas Bripka Gede Suta di lokasi pembuatan gula lempeng.
Berkat kerja keras dan pendampingannya, banyak keluarga di Desa Benu yang telah menikmati hasil manis perubahan tersebut.
"Dulu rumah Mama Maria beratap daun, sekarang sudah bisa bangun rumah tembok dari hasil gula lempeng," ungkap Bripka Gede Suta soal perkembangan warganya.
Dari tangan-tangan sederhana warga Desa Benu, lahirlah manisnya perubahan.
Usaha gula lempeng kini bukan sekadar sumber penghasilan, tapi simbol harapan baru — bukti bahwa bimbingan yang tulus dapat mengubah kebiasaan menjadi kesejahteraan.
Baca Juga:"Kalau dulu sopinya bikin masalah, sekarang gula merahnya bikin sejahtera," tandas Bripka Gede Suta.
Puluhan Warga Datangi DPRD Kabupaten Kupang Pertanyakan Proses Bagi Anggota Dewan Terlibat Kekerasan Seksual
Dinkes Kabupaten Kupang Cek Dugaan Menu MBG Berulat
Jembatan Tuatuka-Kupang Dibangun Warga Bersama Anggota Brimob Polda NTT
Anggota Satbrimob Polda NTT Gagalkan Penyelundupan Belasan Jerigen Miras di Perairan Pulau Buaya
Tabrakan Dalam Kampus Undana, Satu Mahasiswa Meninggal Dunia