Puluhan Ekor Kura-kura Dilepasliarkan Kembali di Perairan Rote Ndao-NTT
digtara.com -Sebanyak 20 ekor kura-kura Rote (Chelodina mccordi) dilepas liarkan kembali beberapa waktu lalu.
Baca Juga:
Pelepasliaran ini dilakukan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kura-kura ini merupakan satwa endemik dan dilindungi asal Pulau Rote yang kini termasuk dalam 25 spesies kura-kura terlangka di dunia.
Spesies ini berstatus Kritis (Critically Endangered) menurut IUCN dan terdaftar dalam Appendix II CITES, menandakan populasinya berada di ambang kepunahan.
Baca Juga:
Acara diawali dengan sambutan Kepala BBKSDA NTT, kemudian dilanjutkan oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai contoh nyata kolaborasi antara konservasi ex-situ dan in-situ.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menegaskan bahwa keberhasilan konservasi hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh pihak baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga penelitian, maupun mitra internasional.
"Konservasi tidak bisa berjalan sendiri. Hanya dengan kolaborasi lintas sektor, kita dapat menjaga keberlanjutan ekosistem dan masa depan spesies endemik Indonesia," ujar Menteri.
Pelepasliaran dilakukan terhadap 20 individu kura-kura Rote hasil penangkaran PT Alam Nusantara Jayatama, penangkar resmi satwa liar yang telah mengantongi izin penangkaran reptil, burung, dan mamalia melalui Sertifikat Standar yang diterbitkan pada Juli 2022.
Perusahaan ini telah berhasil menangkarkan 49 jenis reptil, termasuk Kura-kura Rote (Chelodina mccordi). Sebagai bagian dari program konservasi ek-situ yang terhubung dengan in-situ, PT Alam Nusantara Jayatama bersama Ditjen KSDAE juga telah melakukan berbagai kegiatan pelepasliaran, seperti 40 ekor Kura-kura Rote di Danau Peto (2009) dan 20 ekor tambahan pada tahun 2025.
Baca Juga:
Dukungan masyarakat lokal, terutama kelompok Papadak, memberikan nilai tambah bagi keberhasilan program ini karena menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan dan populasi satwa di alam liar.
Usai pelepasliaran, dilakukan penandatanganan Berita Acara Pelepasliaran sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan populasi kura-kura Rote.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal KSDAE, Dr. Satyawan Pudyatmoko menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antar-pihak dalam menyelamatkan spesies endemik Indonesia dari ancaman kepunahan. "Semoga langkah ini menjadi bagian penting dari upaya kolektif menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati Indonesia," ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Amir Hamidy, M.Sc. (BRIN); Danny Gunalen dan Dr. Irene (PT Alam Nusantara Jayatama); Mr. Vivaan Karani dan Mr. Sanjay Singh Yadav (Vantara Nature Rescue and Rehabilitation Center); Mr. Masoud Ibrahim dan Mr. Majeed (perwakilan Uni Emirat Arab); serta Drs. Johni Asadoma, M.Hum (Wakil Gubernur NTT), Kepala UPT Kementerian Kehutanan di Provinsi NTT, dan Kelompok Papadak.
Dalam acara tersebut, Menteri Kehutanan juga menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Faunaland Indonesia atas kontribusinya dalam mendukung penangkaran dan pelepasliaran kura-kura Rote secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Kapolda NTT Bantu Perahu Sampan Untuk Transportasi Siswa di Rote Ndao
PMI Asal Kabupaten Sikka-NTT Meninggal di Malaysia
Polisi-TNI Dan Masyarakat di Sumba Barat Bersihkan Arena Pasola
Pria di Rote Ndao Hilang Saat Memancing, Ditemukan Sudah Meninggal Dunia
Puluhan Jerigen BBM Solar Bersubsidi Diamankan Polisi Dalam Mobil dan Rumah Warga
Bahagianya Siswa Sekolah Dasar di Rote Ndao Dapat Bantuan Sekolah dari Polres Rote Ndao
Kapolda NTT Bantu Perahu Sampan Untuk Transportasi Siswa di Rote Ndao
Pelaku Curanmor Antar Kabupaten Diamankan Polisi di Flores Timur
Irjen Kemenhaj Dendi Minta Petugas Haji Disiplin dan Jaga Kekompakan, Jangan Sampai Menerima Honor Lalu Menghilang
Judi di Pasar dan Perkampungan Warga Digrebek Polres Belu
Keluarga Siswa Korban Bunuh Diri di Ngada Dikuatkan dengan Pendampingan Psikologis dari Polda NTT
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 10 Februari 2026, Berpeluang Menguat
Terseret Banjir di Sungai, IRT di Manggarai Ditemukan Meninggal Dunia