Terseret Banjir di Sungai, IRT di Manggarai Ditemukan Meninggal Dunia
digtara.com -Upaya pencarian oleh aparat gabungan bersama masyarakat atas hilangnya ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Manggarai, NTT membuahkan hasil.
Baca Juga:
IRT ini sebelumnya hanyut terseret arus sungai Wae Lokom, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai.
Korban diketahui terhanyut pada hari Minggu, 8 Februari 2026 sekitar pukul 13.30 Wita, saat menyeberangi sungai tersebut.
Baca Juga:Korban diketahui bernama Theresia Siba (56), warga RT 05/ RW 03, Dusun Toda, Desa Lemarang, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai.
Kejadian bermula saat korban hendak kembali ke rumah setelah bekerja di kebun.
Saat itu korban menyeberangi sungai Wae Lokom yang sedang mengalami arus sangat deras akibat curah hujan tinggi.
Warga setempat sempat melakukan pencarian awal, namun korban belum berhasil ditemukan.
Personel gabungan yang terdiri dari anggota Polsek Reo, Sat Polair Polres Manggarai, Polda NTT, Koramil 1612-02 Reo, serta personel TNI-AL Reo dipimpin Kasat Polairud Polres Manggarai, AKP Yosef Suyitno Soloilur, bergerak menuju lokasi kejadian dan tiba di Kampung Lemarang sekitar pukul 18.00 Wita.
Baca Juga:Setibanya di lokasi, dilakukan koordinasi dengan Kepala Desa Lemarang dan keluarga korban.
Dengan mempertimbangkan kondisi medan sungai yang terjal, arus air yang deras, serta situasi yang sudah gelap, pencarian disepakati untuk dilanjutkan keesokan harinya.
Senin pagi pukul 09.00 Wita, sekitar 20 orang warga bersama Bhabinkamtibmas Desa Lemarang serta 1 personel TNI-AL kembali melakukan pencarian dengan menyisir alur Sungai Wae Lokom.
Korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi awal terhanyut, dalam keadaan meninggal dunia, dengan posisi tersangkut pada bebatuan dan batang kayu yang melintang di sungai.
Saat ditemukan, pakaian dan sarung yang dikenakan korban telah terlepas dari tubuh korban.
Baca Juga:Jenazah korban dievakuasi menuju rumah duka di Dusun Toda, Desa Lemarang.
Setibanya di rumah duka, dilakukan penyerahan jenazah dari pihak kepolisian kepada keluarga korban disaksikan Camat Reok Barat Tarsisius Osong, Kasat Polairud Polres Manggarai AKP Yosef Suyitno Soloilur, perwakilan Kapolsek Reo Aiptu Sidik, Kapospol Reok Barat, Aiptu Jemadin, Danpos Potmar TNI-AL Reo Serka Alfianus Gunawan Bangkur, Babinsa Lemarang Serda Alam, serta Kepala Desa Lemarang, Kornelis Ardian Osong.
Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka di Manggarai Meningkat, Warga Diminta Tidak Panik
Enam Ibu Hamil dan Satu Pasien RSUD Ruteng Dievakuasi ke Rumah Sakit Bandara Ruteng-Manggarai
Terdata 51 Warga Manggarai Meninggal Akibat Gempa Bumi, 25 Warga Meninggal Karena Tertimpa Bangunan
25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
Akses Terbatas, Kapolres Manggarai Timur Antar Bantuan Warga Terdampak Gempa Pakai Sepeda Motor