Ungkap Kasus Penikaman Di Fatuleu, Kapolres Kupang Bentuk Tim Gabungan
digtara.com -Kasus penganiayaan yang menewaskan seorang siswa, Charles Utan (16) di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, pada Selasa (14/10/2025) dini hari menjadi perhatian serius jajaran Kepolisian Resor Kupang.
Baca Juga:
Kapolres Kupang, AKBP Rudy Junus Jacob Ledo membentuk tim khusus gabungan Satreskrim Polres Kupang dan Polsek Fatuleu untuk memburu dua terduga pelaku, CM dan AS yang hingga kini masih melarikan diri.
Kapolres Kupang menyampaikan, pembentukan tim ini untuk mempercepat proses penangkapan terhadap para pelaku yang telah menghilangkan nyawa korban.
"Kami sudah membentuk tim gabungan untuk melakukan pengejaran dan memastikan para pelaku segera ditangkap. Kasus ini menjadi prioritas kami," tegas AKBP Rudy Junus Jacob Ledo di Mapolres Kupang, Jumat (17/10/2025).
Baca Juga:
Jenazah Charles Utan dimakamkan pada Kamis (16/10/2025) pukul 15.00 Wita, di Kapan, Kecamatan Mollo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Prosesi pemakaman berjalan haru dan dihadiri oleh keluarga besar, kerabat, serta masyarakat setempat yang turut berbelasungkawa atas kepergian korban.
Sejak kasus penganiayaan terjadi pada Selasa, 14 Oktober 2025 dini hari, Kapolsek Fatuleu, Iptu Markus Tameno bersama anggota piket langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), melakukan olah TKP dan pengumpulan keterangan (Pulbaket).
Penyelidikan kemudian dilanjutkan secara intensif bersama Unit Buser Polres Kupang hingga Rabu (15/10/2025) dini hari.
Pada Rabu (15/10/2025) siang, Kasat Reskrim Polres Kupang, AKP Yeni Setiono bersama anggota Buser, personil Polsek Fatuleu, dan Bhabinkamtibmas Desa Oebola Dalam ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lanjutan di wilayah Kelurahan Camplong I, Desa Camplong II, dan Desa Oebola Dalam, Kecamatan Fatuleu, serta wilayah Kecamatan Kupang Tengah.
Baca Juga:
Dalam upaya menangkap para pelaku, Polres Kupang mengedepankan pendekatan persuasif dan kekeluargaan.
Aparat telah melakukan pendekatan terhadap keluarga pelaku dengan beberapa imbauan agar keluarga menyerahkan kedua terduga pelaku ke pihak kepolisian apabila masih berada dalam lindungan keluarga.
Polisi juga meminta keluarga untuk mengantarkan langsung para pelaku ke Polsek atau Polres jika mereka mengetahui keberadaannya.
Selain itu, mendorong keluarga untuk memberikan informasi keberadaan pelaku kepada pihak kepolisian.
Anggota juga melakukan pengembangan informasi di wilayah Matani, Kecamatan Kupang Tengah, karena diperoleh informasi bahwa para pelaku kemungkinan bersembunyi di daerah tersebut.
Baca Juga:
Kapolsek Fatuleu, Iptu Markus Tameno juga menghimbau keluarga terduga pelaku untuk tidak membalas atau mengambil tindakan sendiri, melainkan mempercayakan penyelesaian kasus kepada kepolisian.
Di sisi lain, Kapolsek Fatuleu telah melakukan dialog dengan ayah korban, Sakeus Utan, dan keluarga yang berduka, untuk memberikan dukungan moral serta memastikan bahwa proses hukum berjalan transparan dan adil.
Keluarga korban menyatakan mendukung penuh penegakan hukum yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti sebelum para pelaku tertangkap.
Baca Juga:
Polres Kupang juga mengimbau masyarakat Kabupaten Kupang, khususnya di wilayah Fatuleu dan sekitarnya, untuk tetap tenang, tidak terpancing emosi, serta menyerahkan seluruh proses penyelesaian kasus ini kepada pihak kepolisian.
Masalah Asmara Mahasiswa di Kupang Berujung ke Laporan Polisi
Calon Suami Aniaya Calon Istri, Polisi Fasilitasi Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Viral Video Oknum Polantas Minta Uang Tilang Kepada Warga Masyarakat, Kapolres Kupang Segera Tindak Tegas
Mantan Rektor Aniaya Rektor IAKN di Halaman Kampus
Kapolres Kupang Periksa Kelayakan Kendaraan Dinas Polri
Kapolres Kupang Terima Berbagai Masukan dari Aktivis Perempuan dan Anak
IHSG Sepekan Turun 1,53 Persen, Tertekan Sinyal Suku Bunga The Fed
Kasus Sengketa Lahan Berujung Bentrok Warga di Manggarai Barat Naik ke Tahap Penyidikan
ANTAM dan UBS Melambung Tinggi, Cek Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Sabtu 19 September 2026
Dua WNA Tanpa Dokumen Diamankan Polisi di Pelabuhan Bolok-Kupang
Lepas 460 Lulusan, Dekan FH Unissula: Jadilah Pemimpin dan Teladan Penegakan Hukum
Kadin Sumut dan KPK Gelar Rakor Pencegahan Korupsi dalam Pelayanan AMDAL
Ditemani Kapolres Sumba Tengah, Kapolres Sumba Barat Melayat ke Rumah Duka Bawa Bantuan