Kamar Tidur Warga Naioni-Kota Kupang Diduga Dibakar ODGJ
digtara.com -Sebuah kamar tidur di rumah warga Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang terbakar pada Kamis (2/10/2025) malam.
Baca Juga:
Warga RT 008/RW 004, Kelurahan Naioni ini mengaku kalau kamar tidur milik anaknya diduga dibakar oleh sepupunya yang mengalami gangguan jiwa dan merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Beruntung saat ini penghuni kamar yang terbakar (anak dari Girjon) sedang tidak ada di tempat.
Baca Juga:"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya ada kerugian material," ujar Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Djoko Lestari melalui Kapolsek Alak, AKP Albertus Mabel pada Jumat (3/10/2025).
Bhabinkamtibmas Kelurahan Naioni, Polsek Alak, Polresta Kupang Kota, AIPDA Ferdinan L. Bagaihing pun langsung menindaklanjuti laporan warga di RT. 008 RW. 004, Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang tersebut.
"Warga yang melapor, Girjon Limau, menyampaikan bahwa kamar tidur milik anaknya terbakar pada Kamis dini hari. Beruntung, saat kejadian anaknya tidak berada di kamar tersebut," ujar Kapolsek.
Bhabinkamtibmas memberikan imbauan agar anak yang mengalami gangguan jiwa tidak ditinggalkan sendirian.
Baca Juga:Disarankan pula untuk dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata guna mendapatkan pemeriksaan medis.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam menindaklanjuti laporan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keamanan, keselamatan, dan ketertiban masyarakat di wilayah binaannya.
"Polri untuk masyarakat, kami siap melayani masyarakat setiap saat , baik itu laporan melalui Bhabinkamtibmas maupun Call Center bebas pulsa di nomor 110," tandas Kapolsek Alak.
Baca Juga:
Diduga Mabuk Miras, WNA Timor Leste Aniaya Pasangannya di Kupang
Dilaporkan Gantung Diri, IRT di Kupang Ternyata Dibunuh Keponakannya
Satu Lagi Tersangka Pencurian Mesin Hand Traktor Ditangkap Tim Resmob Polres Kupang
Ratusan Anak di Kota Kupang Ikut Jambore PART GMIT 2026, Fokus Pada Karakter Iman Anak
Hari Libur, Resmob Polres Kupang Tangkap Satu Pencuri Mesin Hand Traktor dan Satu Masih Buron