Polda NTT Panen 20 Ton Jagung Pada Lahan Lima Hektar
digtara.com -Sebanyak 20 ton jagung dipanen Polda NTT pada lahan seluas empat hektar di Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Sabtu (27/9/2025).
Baca Juga:
Hadir pula kelompok tani Kokdale dari Kecamatan Kupang Timur.
Secara nasional, panen raya jagung dipusatkan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatra Selatan, bersama Kapolri dan Menteri Pertanian RI dan diikuti secara daring di Polda-Polda.
Baca Juga:Kapolda NTT bersama jajaran pejabat melakukan panen jagung secara simbolis di Kelurahan Oesao.
Usai panen dilanjutkan dengan pelepasan hasil panen disaksikan perwakilan Perum Bulog dan Dinas Pertanian.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan beras SPHP kepada masyarakat Kelurahan Oesao melalui program Gerakan Pangan Murah.
Di lahan Kelurahan Oesao, Polda NTT memanen pada area seluas empat hektare.
Produktivitas panen sebanyak lima ton per hektare atau menghasilkan total 20 ton jagung.
Baca Juga:Sementara untuk tingkat Provinsi NTT, panen serentak dilakukan di lahan seluas 139,97 hektare, dengan estimasi produksi mencapai 349,93 ton.
Hasil panen diserap oleh Bulog dengan harga Rp 6.400 per kilogram (kadar air 14 persen), menjamin stabilitas harga dan kesejahteraan petani.
Hasil oaben yang sesuai target walau kondisi cuaca kering serta keterbatasan pupuk dan benih diakui bisa dicapai berkat intervensi nyata seperti pengadaan sumur bor dan pompa air, yang memastikan ketersediaan irigasi.
Keberhasilan panen raya ini, menjadi indikator bahwa Polri juga sebagai motor penggerak pembangunan dan ketahanan pangan.
"Dukungan aktif Polri dalam sektor pertanian adalah implementasi konkret Asta Cita, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan ketahanan nasional. Kesejahteraan petani adalah pilar utama kedaulatan pangan bangsa," tandas Kabid Humas.
Baca Juga:Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program pertanian.
Provinsi NTT diharapkan mampu menjadi daerah mandiri pangan, sekaligus berkontribusi mewujudkan Indonesia emas 2045 sesuai visi Asta Cita.
Kabid Humas Polda NTT juga menyebutkan kalau pelepasan hasil panen menunjukkan adanya kepastian pasar bagi petani.
Menurut Kombes Henry, pelepasan hasil panen oleh Kapolda NTT merupakan bagian dari upaya konkret Polri dalam mendorong pembangunan sektor pertanian.
Baca Juga:"Polri ikut aktif mendorong ketahanan pangan yang selaras dengan semangat Asta Cita untuk membangun Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan makmur," jelasnya.
"Keberhasilan panen ini adalah hasil sinergi semua pihak. Polda NTT akan terus berkomitmen menjaga ketersediaan air, pupuk, dan benih, agar target swasembada pangan bisa tercapai secara menyeluruh di NTT," tambahnya.
Dengan pelepasan hasil panen tersebut, Polda NTT berharap program pertanian yang berkelanjutan dapat terus berjalan, sehingga NTT tidak hanya mandiri pangan, tetapi juga mampu berkontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional
Baca Juga:
Sesama Siswa SMKN 5 Kupang Saling Tawuran
Tikam Rekannya di Belu, Tiga Pelaku Ditangkap Tim Resmob Polda NTT di Kupang
Tengah Malam, Seorang Pria di Kupang Ancam Istri dan Anak-anak Dengan Parang
Menyeberang Lautan, Kapolres Rote Ndao Antar Bantuan Kapolda NTT ke Landu Leko dari Rumah ke Rumah
Kapolres Kupang Dorong Penyelesaian Konflik Warga Secara Damai