Rabu, 15 Juli 2026

Bertemu Warga Welai Barat, Kapolres-Ketua DPRD Kabupaten Alor Dengarkan Sejumlah Keluhan Warga

Imanuel Lodja - Sabtu, 27 September 2025 10:39 WIB
Bertemu Warga Welai Barat, Kapolres-Ketua DPRD Kabupaten Alor Dengarkan Sejumlah Keluhan Warga
ist
Kapolres Alor bersama ketua DPRD Kabupaten Alor mendengarkan masukan dari warga Kelurahan Welai Barat pada Jumat (26/9/2025) petang

digtara.com -Kapolres Alor AKBP Nur Azhari bertemu dengan warga masyarakat Kelurahan Welai Barat, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor pada Jumat (26/9/2025) petang.

Baca Juga:

Kegiatan yang dihadiri ketua DPRD Kabupaten Alor, Paulus Brikmar dikemas dalam kegiatan Jumat Curhat di halaman rumah ketua RT 008 Kelurahan Welai Barat, Arkalaus Atalani.

Hadir pula pejabat utama Polres Alor, Lurah Welai Barat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga warga setempat.

Berbagai aspirasi dan keluhan disampaikan warga, mulai dari evaluasi pemanfaatan Pos Polisi Ruilak, permintaan percepatan pembangunan Mako Brimob Kompi 4 Yon Polda NTT di Mola, pemasangan lampu jalan, hingga peningkatan patroli pada jam rawan.

Baca Juga:
Selain itu, masyarakat juga meminta Polres Alor segera menindak akun media sosial anonim yang kerap menebar provokasi.

Tokoh masyarakat menilai Jumat Curhat sangat bermanfaat karena mempererat hubungan Polri dengan warga.

Ketua pemuda Gereja Welai Barat, Andri Padafung, bahkan menegaskan bahwa meski Polres Alor menghadapi keterbatasan personel, masyarakat tetap siap memberikan dukungan penuh.

Menanggapi keluhan tersebut, Kapolres Alor berjanji akan menindaklanjuti, termasuk meminta Kasat Samapta meningkatkan patroli di Kelurahan Welai Barat.

Kapolres uga menegaskan komitmen Polres Alor untuk terus menyelenggarakan Jumat Curhat di berbagai wilayah demi memperkuat komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat.

"Polres Alor berkomitmen bahwa Polri menjaga integritas dan profesionalisme," tegas Kapolres Alor.

Baca Juga:
Ia meminta masyarakat tidak ragu melaporkan apabila ada anggota kepolisian yang tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Selain itu, ia menjelaskan pentingnya penegakan hukum yang adil tidak berpihak, tidak melakukan rekayasa kasus hanya semata-mata untuk cepat menjadikan seseorang menjadi tersangka, penyidik harus bekerja secara profesional dan proporsional.

Kapolres juga menyinggung keterbatasan jumlah personel di Polres Alor. Saat ini, dari kebutuhan ideal lebih dari 1.150 personel, hanya tersedia 348 personel.

Sementara itu, laporan kasus yang masuk setiap tahunnya di atas 800 perkara. Oleh karena itu, para RT, RW dan tokoh masyarakat diharapkan dapat menyelesaikan hal-hal ringan-ringan di tingkat RT, RW agar tidak semua kasus dilaporkan ke polisi, karena nantinya juga banyak kasus yang sudah dilaporkan namun minta dicabut lagi agar perkara tersebut bisa dihentikan karena kedua belah pihak telah melakukan perdamaian selanjutnya berharap mendapat restorative justice.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Alor Bpk Paulus Brikmar, mengapresiasi kegiatan Jumat Curhat sebagai ruang dialog langsung antara masyarakat dan Polri.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sampaikan Sejumlah Tuntutan Atas Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PMKRI-DPRD TTU Teken Nota Kesepahaman Bersama

Sampaikan Sejumlah Tuntutan Atas Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PMKRI-DPRD TTU Teken Nota Kesepahaman Bersama

BK DPRD TTU Didesak Segera Putuskan Kasus Etik, Keluarga Dokter Icha Siapkan Laporan ke Polisi

BK DPRD TTU Didesak Segera Putuskan Kasus Etik, Keluarga Dokter Icha Siapkan Laporan ke Polisi

Pemeriksaan Adik Dokter Icha Dijadwalkan Ulang

Pemeriksaan Adik Dokter Icha Dijadwalkan Ulang

BK DPRD TTU Didesak Segera Putuskan Dugaan Pelanggaran Etik Kasus Dokter Icha

BK DPRD TTU Didesak Segera Putuskan Dugaan Pelanggaran Etik Kasus Dokter Icha

Keluarga dr. Icha Pertanyakan BK DPRD TTU Soal Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Tiga Anggota Dewan

Keluarga dr. Icha Pertanyakan BK DPRD TTU Soal Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Tiga Anggota Dewan

Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD NTT, Dokter dan Nakes di Kupang Minta Pecat Tiga Anggota DPRD TTU

Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD NTT, Dokter dan Nakes di Kupang Minta Pecat Tiga Anggota DPRD TTU

Komentar
Berita Terbaru