Kemenag Akan Luncurkan Ditjen Pesantren. Sarif Abdillah: Kehadiran Ditjen Pesantren Akan Memperkuat Ekosistem Pendidikan Islam di Indonesia
"Kami memberikan apresiasi tinggi kepada Kemenag. Ditjen Pesantren ini penting sebagai bentuk kehadiran negara untuk mengakui, melindungi, dan mengembangkan pesantren yang telah banyak berkontribusi pada pembangunan bangsa," ujar Sarif Abdillah, politisi PKB asal Wonosobo, Minggu (21/9/2025).
Baca Juga:
Wakil Ketua DPW PKB Jateng menekankan, pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penjaga tradisi Islam moderat. Karena itu, negara wajib memberi perlindungan sekaligus memperkuat keberadaan pesantren.
Berdasarkan data Kementerian Agama, secara nasional terdapat lebih dari 40.000 pesantren dengan jutaan santri yang tersebar di berbagai provinsi. Sementara di Jawa Tengah saja tercatat ada lebih dari 5000 pesantren.
"Pesantren adalah aset bangsa. Dengan jumlah yang begitu besar, baik secara nasional maupun di Jawa Tengah, wajar jika pemerintah memberikan perhatian khusus. Kehadiran Ditjen Pesantren akan memperkuat ekosistem pendidikan Islam di Indonesia," tegas Sarif.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, juga pernah mengusulkan pembentukan Ditjen Pesantren agar Kemenag memiliki unit kerja yang lebih fokus mengurus lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
"Kita sudah punya Undang-Undang 18 tahun 2019 ini, itu menjadi satu upaya hukum cantolan. Tindak lanjut dari sini ada Komisi VIII yang membidangi agama, apakah perlu segera didorong Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren, sehingga fokus," ujar Cucun usai acara International Conference on the Transformation of Pesantren di Hotel Grand Sahid, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sarif berharap ke depan Ditjen Pesantren mampu menjadi penggerak kebijakan yang berpihak pada kebutuhan riil pesantren, mulai dari kurikulum, penguatan SDM, hingga alokasi anggaran yang lebih proporsional.
"Pesantren telah terbukti mencetak generasi berilmu, berakhlak, sekaligus mandiri. Pemerintah harus hadir memberikan perlindungan dan penguatan agar peran pesantren semakin kokoh di masa depan," pungkasnya. (San).
Diduga Cabuli Remaja Wanita dan Sempat Kabur, Pria Asal Demak Diamankan Tim Zero Ditres PPA dan PPO Polda NTT
16 Serangan Siber per Detik Mengincar Indonesia, Naik 93 Persen pada Semester I 2026
Brimob Polda Jawa Tengah Hadirkan Mobil Penyedia Air Bersih Bagi Warga Korban Gempa di Manggarai Timur
Rekomendasi Saham dan Prediksi IHSG Hari Ini 24 Agustus 2026, Cek Level Support dan Resistance
LAZ GERAKIN Konsolidasi di Jateng, Bidik Potensi ZIS Rp1 Triliun