Demo di Depan Polda NTT, Kelompok Massa Bakar Ban
Baca Juga:
Massa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan ini berkostum serba hitam dan membawa berbagai spanduk yang mengkritisi kebijakan pemerintah Prabowo - Gibran.
Massa aksi ini juga mengkritik kebijakan anggaran yang menguntungkan anggota DPR.
Mereka juga menyebut kematian ojek online, Affan Kurniawan sebagai tindakan tidak berprikemanusiaan.
Puluhan pemuda ini berkumpul sekitar pukul 17.30 WITA. Mereka secara bergantian berorasi dan memakai satu lajur jalan.
Arus kendaraan di Jalan Jenderal Soeharto ini sempat terhambat namun tetap lancar.
Massa kemudian berbalik dan membakar ban di depan gerbang. Masing-masing juga menyalakan lilin di depan gerbang masuk gedung itu.
Mereka menyanyikan berbagai lagu perjuangan dan membacakan puisi secara bergantian sambil mengitari ban yang terbakar itu.
Polisi pun memblokade satu lajur jalan yang digunakan aksi demonstrasi ini. Titik yang ditutup pada perempatan Polda NTT.
Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Djoko Lestari sempat menemui massa sekaligus meminta agar mereka tetap menjaga keamanan dan ketertiban.
Kapolresta meminta massa menggunakan lajur jalan yang ditutup dan menjaga ketertiban.
Djoko berada sekitar dua menit bersama demonstran dengan pengawalan beberapa anggotanya. Setelahnya ia kembali ke dalam areal markas Polda NTT.
Massa pun duduk di depan gerbang markas Polda NTT dan mengkritisi kepolisian dalam kasus kematian Affan Kurniawan.
Mereka mengkritisi kepolisian yang disebut pernah intimidatif soal isu Papua.
Aksi ini merupakan aksi lanjutan yang merespons demontrasi beruntun di DPR RI dan beberapa daerah lainnya.
Massa di Kota Kupang ini menuntut pertanggungjawaban atas kematian Affan Kurniawan.
Mereka juga mengkritik kebijakan diambil rezim Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming yang dianggap merugikan rakyat, penolakan tindakan represif aparat, penolakan tunjangan DPR, transparansi anggaran, hingga reformasi kebijakan perburuhan.
Gugatan Mantan Anggota Polri Ditolak PTUN, Keputusan PTDH Kapolda NTT Tetap Berlaku
Jadi Kehormatan Jalani Misi Kemanusiaan di Flores, Tim Slog Polri Bahagia Layani Warga Korban Gempa
Misi Kemanusiaan, Polairud Antar Bantuan ke Wilayah Pesisir Terisolir
Tersangka dan Barang Bukti Kasus BBM di Nagekeo Dilimpahkan ke Kejaksaan
Pengungsi di Ngada Mulai Tinggalkan Tenda Pengungsi dan Kembali ke Rumah, Polres Ngada Tetap Lakukan Pendampingan Psikologi