Jumat, 31 Juli 2026

Empat Hari Pencarian Tanpa Hasil, Pencarian Nelayan Asal NTB di Sumba-NTT Dihentikan

Imanuel Lodja - Senin, 30 Juni 2025 15:50 WIB
Empat Hari Pencarian Tanpa Hasil, Pencarian Nelayan Asal NTB di Sumba-NTT Dihentikan
ist
Empat Hari Pencarian Tanpa Hasil, Pencarian Nelayan Asal NTB di Sumba-NTT Dihentikan
digtara.com -Setelah empat hari pencarian intensif, upaya menemukan Rahmad Jailani, nelayan asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tenggelam di perairan Salura, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dihentikan. Sabtu (28/6/2025) malam.

Baca Juga:

Korban yang merupakan nelayan pencari cumi di perairan Pulau Salura, belum berhasil ditemukan meski tim gabungan bersama masyarakat setempat telah melakukan penyisiran secara menyeluruh.

Keputusan penghentian operasi pencarian diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca yang tidak bersahabat, gelombang tinggi yang membahayakan, serta luasan area perairan yang telah dicari.

Sebelumnya, Rahmad Jailani bersama dua rekannya, Mukhlis dan Andi Irawan, melaut menggunakan perahu kecil berkapasitas 500 kilogram untuk mencari cumi. Di tengah perjalanan, mesin perahu mereka mengalami kerusakan.

Saat korban berusaha memperbaiki mesin, gelombang pasang mendadak menghantam perahu dengan kuat. Benturan itu membuat Rahmad Jailani terlempar ke laut, sempat membentur bagian mesin, lalu hanyut terseret arus dan hilang.

Pencarian melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Sat Polairud, personil Polsubsektor Pulau Salura Polres Sumba Timur, Pemerintah Desa, serta sejumlah nelayan setempat.

Penyisiran dilakukan menggunakan kapal berkapasitas 24 Gross Ton (GT) dengan rute Pulau Salura – belakang Pulau Menggudu – lokasi kejadian perkara (TKP) – Pulau Kotak – Pulau Salura.

Namun cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang terus berlangsung dan setelah dilakukan musyawarah bersama perwakilan pihak keluarga, proses pencarian korban kemudian dihentikan dan dibuatkan berita acara penghentian pencarian.

Kapolres Sumba Timur, AKBP Dr. Gede Harimbawa, menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian ini dan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat.

"Pencarian dilakukan secara maksimal selama empat hari penuh. Namun kondisi alam tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan," ujarnya pada Minggu (29/6/2025) malam.

Pihak keluarga dan penanggung jawab korban telah memberikan keterangan resmi dalam berita acara dan menyatakan menerima dengan ikhlas keputusan penghentian pencarian.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Selisih Paham Di Acara Adat, Guru Di Sumba Barat Daya Terluka Dianiaya Rekannya

Selisih Paham Di Acara Adat, Guru Di Sumba Barat Daya Terluka Dianiaya Rekannya

Warga Desa Di Sumba Tengah Dilatih Pola Asuh Balita Cegah Stunting Dan Pertolongan Pertama Psikoligis

Warga Desa Di Sumba Tengah Dilatih Pola Asuh Balita Cegah Stunting Dan Pertolongan Pertama Psikoligis

Satu Pekan Razia Pedagang Eceran BBM Bersubsidi, Polres Sumba Barat Daya Sita Ribuan Liter Pertalite dan Solar

Satu Pekan Razia Pedagang Eceran BBM Bersubsidi, Polres Sumba Barat Daya Sita Ribuan Liter Pertalite dan Solar

Kerbau Milik Warga Sumba Timur Hilang, Ditemukan di Wilayah Kabupaten Sumba Tengah

Kerbau Milik Warga Sumba Timur Hilang, Ditemukan di Wilayah Kabupaten Sumba Tengah

Puluhan Liter BBM Bersubsidi Yang Dijual Eceran Tanpa Izin Kembali Diamankan Polisi

Puluhan Liter BBM Bersubsidi Yang Dijual Eceran Tanpa Izin Kembali Diamankan Polisi

Penindakan Lanjutan, Polres Sumba Barat Daya Kembali Amankan Ratusan Liter BBM Bersubsidi

Penindakan Lanjutan, Polres Sumba Barat Daya Kembali Amankan Ratusan Liter BBM Bersubsidi

Komentar
Berita Terbaru