Minggu, 02 Agustus 2026

Mantan Polisi di Medan Ditangkap dalam Kasus Penipuan Seleksi Bintara Polri, Kerugian Capai Rp 1,4 Miliar

Arie - Rabu, 11 Juni 2025 15:38 WIB
Mantan Polisi di Medan Ditangkap dalam Kasus Penipuan Seleksi Bintara Polri, Kerugian Capai Rp 1,4 Miliar
suara.com
Mantan Polisi di Medan Ditangkap dalam Kasus Penipuan Seleksi Bintara Polri, Kerugian Capai Rp 1,4 Miliar

digtara.com -Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap kasus penipuan dan penggelapan terkait penerimaan calon siswa (casis) Bintara Polri 2024.

Baca Juga:

Dalam kasus ini, kerugian yang diderita para korban mencapai Rp 1,43 miliar.

Tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka, salah satunya merupakan purnawirawan Polri berinisial Aipda PBN.

Dua tersangka lainnya adalah SS dan RN, yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga.

Irwasda Polda Sumut Kombes Nanang Masbudi menjelaskan, kasus ini mulai terungkap setelah sebuah unggahan viral di media sosial TikTok menyoroti dugaan percaloan dalam proses rekrutmen Polri.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kapolda Sumut membentuk tim gabungan yang terdiri dari Itwasda, Bidpropam, dan Bidkum Polda Sumut.

"Dari hasil penyelidikan tim gabungan, kami menemukan praktik percaloan dengan modus membuka bimbingan belajar (bimbel) sebagai sarana pelatihan bagi para casis," ujar Nanang melansir suara.com, Rabu (11/6/2025).

Modus yang digunakan tersangka adalah membuka bimbingan belajar bernama "Maju Bersama" sejak 2014.

Setiap peserta dipatok biaya hingga Rp 400 juta dengan janji akan diluluskan dalam seleksi Bintara Polri.

"Tersangka utama, PBN, merupakan mantan anggota Polri. Ia mendirikan bimbel tersebut dan dibantu oleh SS dan RN," lanjut Nanang.

Sejauh ini, sudah ada lima orang korban yang melapor dengan total kerugian Rp 1,43 miliar.

Namun, berdasarkan pendalaman penyelidikan, diperkirakan jumlah peserta bimbel mencapai 54 orang, sehingga besar kemungkinan jumlah korban jauh lebih banyak.

Ketiga tersangka kini dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan/atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa kwitansi pembayaran dan buku tabungan milik para korban.

"Kami membuka ruang bagi masyarakat yang merasa pernah menjadi korban praktik bimbel ini untuk segera melapor. Kasus ini akan terus kami dalami," tegas Nanang.

Polda Sumut berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini dan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam praktik percaloan penerimaan anggota Polri.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Ditemukan Tewas, Operasi SAR Resmi Ditutup

Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Ditemukan Tewas, Operasi SAR Resmi Ditutup

Anak Diduga Bakar Ayah Kandung Hidup-hidup di Medan, Polisi Amankan Pelaku

Anak Diduga Bakar Ayah Kandung Hidup-hidup di Medan, Polisi Amankan Pelaku

Peras Wanita, Oknum Polisi Gadungan di Kupang Diamankan Tim Gabungan Polisi

Peras Wanita, Oknum Polisi Gadungan di Kupang Diamankan Tim Gabungan Polisi

Kamar Kos di Medan Dijadikan Gudang Ratusan Vape Narkoba, Dua Pria Asal Aceh Ditangkap

Kamar Kos di Medan Dijadikan Gudang Ratusan Vape Narkoba, Dua Pria Asal Aceh Ditangkap

Pengemudi Ojol Meninggal Mendadak Setelah Terjatuh di Jalan Pelita Medan

Pengemudi Ojol Meninggal Mendadak Setelah Terjatuh di Jalan Pelita Medan

Kuota Bintara dan Tamtama Polda NTT Naik, Wakapolda Minta Casis Jangan Euforia Berlebihan

Kuota Bintara dan Tamtama Polda NTT Naik, Wakapolda Minta Casis Jangan Euforia Berlebihan

Komentar
Berita Terbaru