Rabu, 09 September 2026

Puluhan Warga di Kabupaten TTS Keracunan Usai Konsumsi Daging Sapi

Imanuel Lodja - Selasa, 11 Maret 2025 08:40 WIB
Puluhan Warga di Kabupaten TTS Keracunan Usai Konsumsi Daging Sapi
net
Ilustrasi.

digtara.com - Sebanyak 57 orang warga Desa Fatukoko dan Salbait, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggarq Timur (NTT) keracunan daging sapi.

Baca Juga:

Mereka mengkonsumsi daging sapi yang selama ini sakit pada Senin (3/3/2025) lalu.

Selama satu pekan, puluhan warga ini mengalami keluhan sakit yang sama yakni mual, nyeri perut, sakit kepala, pusing, demam, dan diare berkepanjangan.

Sebagian dari mereka bahkan harus dirawat di Puskesmaw Salbait, Pustu Nik'ana dan Pustu Fatukoko.

Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun tiga orang dirawat di Pustu Fatukoko dan 2 orang di Pustu Nik'ana.

Puluhan warga ini mendapatkan pembagian daging sapi dari Felpina Mambait.

"(Warga keracunan) akibat mengkonsumsi daging sapi di Desa Fatukoko dan Salbait, Kecamatan Mollo Barat," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr Ria A. Karolina Tahun dalam keterangannya pada Senin (10/3/2025) malam.

Felpina Mambait sebagai pemilik sapi menitip sapi ke anak laki-lakinya, Melki Batu di RT 08, Desa Salbait.

Sapi ini sudah lama hilang, dan Felpina menyuruh anaknya untuk mencari sapi tersebut.

Saat ditemukan, sapi dalam keadaan sakit yakni terkadang berak bercampur darah.

Melki Batu meminta izin Felpina untuk membunuh sapi tersebut dan meminta ibunya ke Desa Salbait.

Saat Felpina ke sana, sapi sudah disembelih dan dagingnya sudah dibagi. Felpina sendiri tidak mengetahui kondisi sakit sapi tersebut.

Melki Batu mengaku bahwa sapi yang dipotong selama ini sakit yakni berak darah.

Saat dsembelih, bagian isi perut sudah hancur sehingga mereka tidak mengkonsumsi isi perutnya.

Melki Batu bersama kerabatnya menyembelih sapi tersebut dan membagikannya ke keluarga termasuk orang tua dan keluarga lainnya di Desa Fatukoko.

Felpina Mambait membawakan daging sapi pada Senin, 3 Maret 2025 sekitar pukul 20.00 wita dan membagikan ke keluarga yang ada di Nik'ana dan sisanya dibawa ke Fatukoko untuk keluarga yang ada di Desa Fatukoko.

Simoen Oematan (saudara dari Felpina) dan istrinya Silpa Bay bersama anak-anak mengolah daging tersebut dengan beberapa olahan yakni membuat kuah lawar yang berisi daging isi dan beberapa tulang kaki sapi, membuat lawar darah sapi, dan otak dari sapi tersebut dicampur dengan bumbu garam, masako dan vitcin lalu dididihkan bersama kuah yang sementara dimasak.

Simeon sekeluarga bersama Felpina Mambait sama-sama mengkonsumsi olahan tersebut.

Simeon juga membagikan daging sapi yang sisa ke beberapa keluarga disekitarnya. Setiap rumah yang mendapatkan sekitar 1 kilogram daging.

Keesokan harinya, Selasa (4/3/2025) pagi sekitar pukul 06.00 wita, keluarga Simeon mulai mengalami gejala diare, nyeri kepala dan mual.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dua Tahun Buron, Tiga DPO Kasus Penyerangan dan Pembunuhan di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi

Dua Tahun Buron, Tiga DPO Kasus Penyerangan dan Pembunuhan di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi

Cari Pakan Ternak, Petani di Amarasi-Kupang Temukan Tulang dan Tengkorak Manusia

Cari Pakan Ternak, Petani di Amarasi-Kupang Temukan Tulang dan Tengkorak Manusia

Gubernur NTT Tinjau Kondisi Pulau Palue dan Beri Bantuan Bagi Warga Korban Gempa

Gubernur NTT Tinjau Kondisi Pulau Palue dan Beri Bantuan Bagi Warga Korban Gempa

Delapan Bulan Terakhir, 28 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Polres Kupang

Delapan Bulan Terakhir, 28 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Polres Kupang

Warga di Reo-Manggarai Lepas Kepulangan Anggota Polairud Polda NTT Dengan Tangisan Haru Usai Selesaikan Tugas Kemanusiaan

Warga di Reo-Manggarai Lepas Kepulangan Anggota Polairud Polda NTT Dengan Tangisan Haru Usai Selesaikan Tugas Kemanusiaan

Perkara Masuk Tahap I, Viktor Manbait dan Tim Tak Lagi Jadi Kuasa Hukum Dokter Icha

Perkara Masuk Tahap I, Viktor Manbait dan Tim Tak Lagi Jadi Kuasa Hukum Dokter Icha

Komentar
Berita Terbaru