Enggan Bayar Tiket Masuk Pelabuhan, Empat Pemuda di Alor Malah Keroyok Petugas Pelni dan Anggota Polri
Korban pun mengalami luka lecet di leher belakang dan rasa sakit di bagian punggung.
Baca Juga:
Melihat kejadian tersebut, korban Viktor Setiawan Sonopaa yang merupakan anggota Sat Polairud yang bertugas di Polres Alor dan sementara piket dan bertugas di pelabuhan berusaha menghentikan pengeroyokan tersebut.
Bukannya berhenti, keempat terlapor malah mengeroyok anggota Satairud Viktor Setiawan Sonopaa secara bersama-sama dengan cara memukul korban menggunakan tangan kosong mengepal ke arah wajah dan badan serta menendang korban.
Korban mengalami luka lecet di bibir bagian atas, luka bengkak di hidung serta rasa sakit di kepala bagian belakang dan di punggung.
Kedua korban tidak terima dengan kejadian sehingga korban datang di pos pelayanan SPKT Polres ALOR untuk melaporkan kejadian tersebut.
Laporan kasus ini tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B/322/IX/2024/SPKT/Polres Alor/Polda Nusa Tenggara Timur, tanggal 10 September 2024
Kapolres Alor, AKBP Supriadi Rahman mengaku kalau empat terduga pelaku pengeroyokan terhadap seorang anggota Polres Alor dan petugas Pelabuhan Pelni kini diamankan di rutan Mapolres Alor.
"Keeempat pelaku pun telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Unit Tindak Pidana Umum (Tipidum) Satuan Reskrim Polres Alor," tandasnya saat dikonfirmasi Kamis (12/9/2024).
Libur Panjang Imlek 2026, 26.886 Tiket Kereta Api di Sumatera Utara Sudah Terjual
Delapan Tersangka Perankan Ulang Kasus Pengeroyokan Menyebabkan Warga Meninggal Dunia
Tujuh Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Penganiayaan di Rote Ndao Dilimpahkan ke Kejaksaan
Polda NTT Tegaskan Pelaku Pengeroyokan Mabuk Miras Saat Keroyok Anggota Polda NTT
Keroyok Anggota Polda NTT, Lima Pemuda Ditahan Polisi